Waspada Penipuan Lewat SMS Resmi: Modus Fake BTS Masih Mengincar Korban Mohammad Monib, July 14, 2025 Berita Penipuan , Jakarta, 14 Juli 2025 — Penipuan digital kini semakin canggih dan menipu lewat cara yang tak terduga. Salah satunya adalah melalui modifikasi sinyal seluler menggunakan perangkat fake BTS (Base Transceiver Station palsu), yang mampu menyamar sebagai nomor resmi perbankan. Salah satu korbannya nyaris saja adalah Dian, seorang karyawan swasta yang menerima pesan singkat (SMS) dari nomor yang terlihat seperti milik Bank Central Asia (BCA). Pesan tersebut berisi peringatan bahwa poin reward miliknya akan segera hangus dan harus segera ditukarkan. Nyaris Tertipu Situs Palsu Karena tampak meyakinkan, Dian sempat mengikuti instruksi dalam pesan tersebut. Ia mengklik tautan yang disediakan dan diarahkan ke situs yang sangat menyerupai tampilan situs BCA resmi. Namun, alamat situs tersebut mencurigakan, bukan “bca.co.id”, melainkan berisi karakter asing yang membuat Dian mulai curiga. “Saya sebenarnya sudah sempat memasukkan nomor ponsel untuk cek reward, tapi setelah diminta isi data kartu dan OTP, saya langsung sadar ini mencurigakan,” ujarnya. Beruntung, Dian tak melanjutkan proses dan segera mencari informasi lewat mesin pencari. Ia menemukan bahwa modus seperti ini ternyata merupakan bagian dari penipuan digital yang sedang marak melalui teknologi fake BTS. Teknologi Fake BTS dan Bahayanya Setelah menghubungi layanan resmi Halo BCA, Dian mendapatkan penjelasan bahwa pesan yang diterimanya berasal dari perangkat fake BTS, bukan dari sistem SMS bank resmi. Perangkat ilegal ini memungkinkan pelaku mengirim SMS yang seolah-olah dikirim dari nomor institusi tepercaya tanpa diketahui oleh operator seluler. Menurut laporan resmi, penipuan dengan fake BTS kini semakin beragam. Isi pesannya bisa berupa informasi undian palsu, notifikasi penukaran poin, hingga tautan hadiah promosi. Situs tujuan biasanya dirancang menyerupai laman perbankan agar korban tak curiga, lalu diminta mengisi data sensitif seperti nomor kartu, CVV/CVC, kode OTP, dan PIN. Pelaku Beraksi dari Mobil, Polisi Sudah Tangkap Dua Orang Dalam sebuah operasi yang berlangsung Maret lalu, dua pelaku warga negara asing berhasil ditangkap saat beraksi dari dalam mobil MPV yang dilengkapi perangkat fake BTS. Mobil tersebut berkeliling di lokasi-lokasi target dan memancarkan sinyal seluler tiruan menggunakan frekuensi 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2.100 MHz. Alat ini tak hanya bisa mengelabui jaringan resmi, tetapi juga menjangkau langsung perangkat ponsel korban. Dengan begitu, SMS palsu bisa masuk dari nomor yang seolah-olah benar-benar milik bank. Sikap Resmi BCA dan Panduan Aman BCA dalam keterangan resminya menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta nasabah mengisi data pribadi melalui SMS. Semua transaksi resmi dan program penukaran poin hanya dilakukan melalui aplikasi myBCA, BCA mobile, atau situs resmi bca.co.id. Untuk menghindari menjadi korban, BCA menyarankan beberapa langkah penting: Jangan terkecoh nama pengirim. Fokuslah pada isi pesan dan sumber tautan yang dikirimkan. Waspadai pesan berisi penawaran hadiah yang mencantumkan tautan eksternal. Jangan pernah memberikan informasi sensitif, seperti kode OTP, PIN, nomor kartu, atau CVV, melalui situs atau aplikasi yang tidak resmi. Jika ragu, langsung hubungi BCA melalui kanal resmi seperti Halo BCA 1500888 atau aplikasi haloBCA. Perlindungan Dimulai dari Diri Sendiri Kisah Dian memberikan pelajaran penting: di era digital, penipuan bisa menyamar menjadi apa saja—termasuk pesan dari lembaga resmi. Maka dari itu, kehati-hatian dan kesadaran digital adalah pertahanan pertama dan utama. “Kalau saya enggak langsung sadar, mungkin sudah kebobolan. Untung saya cari tahu dulu,” kata Dian. Keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang kesadaran pengguna untuk tidak sembarang klik dan tidak mudah percaya. Di tengah gempuran informasi digital, jangan pernah lengah. News cara mengenali penipuanmodus Fake BTSpenipuan SMS resmiperlindungan dari penipuan digitalscam SMS terbaru