Kesaksian Warga soal Kantor “Scamming” Internasional di Sleman: Isinya Anak Muda Main HP Annisa Pratiwi, January 17, 2026January 22, 2026 Polisi Gerebek Kantor Scamming Internasional di Sleman, Pegawai Didominasi Anak Muda Warga Menyaksikan Aktivitas Kantor Scamming yang Berjalan 24 Jam SLEMAN – Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan dua lantai di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diduga menjadi kantor scamming jaringan internasional. Warga sekitar melaporkan aktivitas di kantor itu berlangsung nonstop selama 24 jam. Bangunan yang terletak di Padukuhan Penen, Kalurahan Donoharjo, kini tertutup rapat dengan pintu terkunci dan halaman depan dipasang rantai besi, menandai berhentinya aktivitas pascapenggerebekan. JA, 22 tahun, seorang pedagang di sekitar lokasi, menceritakan bahwa pegawai kantor sebagian besar masih muda dan terlihat sibuk dengan ponsel masing-masing. “Kalau pada nongkrong di depan kantor itu, pada sambil mainan HP terus,” ujarnya. Menurut JA, meskipun kantor diduga terkait jaringan internasional, ia hanya melihat warga negara Indonesia yang beraktivitas di sana, dan halaman kantor selalu dipenuhi sepeda motor para pegawai. Polisi Menangkap Banyak Pegawai dan Menyita Perangkat Elektronik N, pekerja toko di dekat lokasi, menambahkan bahwa saat penggerebekan pada Senin (5/1/2026), polisi membawa banyak pegawai menggunakan dua truk. Warga selama ini hanya mengetahui bangunan tersebut sebagai kantor administrasi biasa tanpa mengetahui aktivitas sesungguhnya. Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Wahyu Agung Purnomo, menjelaskan bahwa bangunan tersebut dikontrak sebagai kantor selama sekitar satu tahun terakhir. Sebelumnya, bangunan itu merupakan rumah tinggal yang sering berganti penyewa. Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti dari berbagai ruangan di lantai bawah dan atas. Barang bukti meliputi laptop dan puluhan unit ponsel yang tersebar di kamar-kamar. Wahyu menyatakan bahwa jumlah barang bukti cukup banyak dan tersebar di seluruh lantai. Polresta Yogyakarta Mengonfirmasi Penggerebekan dan Menindaklanjuti Kasus Polresta Yogyakarta melalui Kombes Pol Eva Guna Pandia membenarkan penggerebekan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam tahap pendalaman. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menambahkan bahwa lokasi itu diduga kuat menjadi markas scam jaringan internasional. “Masih proses pendalaman. Secepatnya kami update prosesnya,” ujar Riski Adrian. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan modus operandi yang dijalankan di kantor tersebut. Outdoors kantor scamming Sleman