Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Risiko Penipuan Tertinggi Dunia Annisa Pratiwi, February 14, 2026February 18, 2026 Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Rentan Penipuan Dunia Laporan Global Fraud Index 2025 Ungkap Risiko Penipuan Tinggi di Indonesia Jakarta – Indonesia menempati posisi ke-111 dari 112 negara dalam laporan Global Fraud Index 2025 yang dirilis Sumsub, perusahaan verifikasi global. Laporan ini menilai Indonesia memiliki tingkat perlindungan terhadap penipuan paling rendah di dunia sepanjang 2025, hanya berada di atas Pakistan, negara dengan risiko fraud tertinggi. Skor Indonesia mencapai 6,53, menunjukkan kerentanan tinggi terhadap praktik penipuan dibanding banyak negara lain. Global Fraud Index menilai ketahanan sebuah negara terhadap fraud melalui empat pilar utama. Pertama, fraud activity yang mencakup aktivitas penipuan dan efektivitas anti pencucian uang. Kedua, resource accessibility yang menilai akses layanan digital, kekuatan ekonomi, dan kecepatan internet. Ketiga, government intervention yang melihat komitmen regulasi dan infrastruktur anti-fraud. Terakhir, economic health yang mengukur kondisi ekonomi, tingkat korupsi, pengangguran, dan stabilitas finansial. Sumsub Soroti Dampak AI terhadap Lonjakan Risiko Fraud Sumsub menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan mempercepat modus penipuan secara global. Negara dengan sistem pengawasan lemah, seperti Indonesia, berpotensi menjadi sasaran empuk kejahatan siber dan pencucian uang lintas batas. Indeks ini tidak hanya menghitung jumlah kasus, tetapi juga menilai faktor struktural yang memudahkan penyebaran fraud. Indonesia Perlu Perkuat Regulasi dan Literasi Digital Masuknya Indonesia dalam kategori paling rentan menjadi sinyal kuat bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat regulasi, meningkatkan literasi digital, serta mengawasi layanan keuangan dan teknologi finansial. Upaya ini dinilai penting mengingat meningkatnya kejahatan siber dan penipuan online, yang dapat merugikan masyarakat secara luas. Outdoors risiko penipuan Indonesia