Guru di Lampung Terjebak Love Scamming, Kirim Uang atau Video Call Sex Disebar Annisa Pratiwi, February 14, 2026February 18, 2026 Guru di Lampung Terjerat Love Scamming dan Alami Kerugian Puluhan Juta Guru Perempuan Jadi Korban Love Scamming di Lampung Lampung – Seorang guru perempuan di salah satu sekolah swasta di Lampung menjadi korban tindak pidana transaksi elektronik dengan modus love scamming. Pelaku berinisial MHA, warga Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil memeras korban hingga puluhan juta rupiah sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian. Polisi Ungkap Modus Pemerasan Love Scamming Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP Yusriandi, menyatakan kasus ini terbongkar setelah korban tidak mampu menahan tekanan pemerasan dari pelaku. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto dan video pribadi korban sambil meminta sejumlah uang melalui pesan WhatsApp. Korban sempat mentransfer Rp3 juta karena tertekan, hingga akhirnya melapor ke polisi. Pelaku Ditangkap di Makassar dan Dibawa ke Lampung Polisi menyelidiki laporan korban dan mengidentifikasi keberadaan pelaku di Makassar. Penangkapan dilakukan pada 3 Januari 2026 dengan dukungan Polrestabes Makassar. Barang bukti yang disita antara lain satu telepon genggam, beberapa kartu SIM, nomor WhatsApp yang digunakan pelaku, serta satu rekening BCA Mobile atas nama orang lain. Tersangka kini dijerat Pasal 27B ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (10) UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar. Pelaku Jalankan Modus Sejak 2021 Lewat Facebook Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Micha Toding, menjelaskan bahwa pelaku memulai aksinya sejak 2021 dengan berkenalan di Facebook, kemudian berlanjut melalui WhatsApp. Pelaku merekam video call seksual korban yang kemudian dijadikan alat pemerasan. Total uang yang berhasil dikuras pelaku diperkirakan mencapai Rp70 juta. Polisi Ingatkan Warga Waspada Love Scamming Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati dengan perkenalan daring. Korban harus selalu memastikan keamanan komunikasi online dan tidak menyerahkan informasi pribadi atau uang kepada orang yang belum dikenal. Edukasi ini diharapkan mengurangi risiko jatuh ke dalam jeratan love scamming yang semakin kompleks. Outdoors guru korban love scamming