BCA Ungkap Pola Penipuan Perbankan yang Paling Marak Terjadi Annisa Pratiwi, February 14, 2026February 18, 2026 BCA Ungkap Modus Penipuan Perbankan Paling Marak Menyerang Nasabah Adrianus Wagimin Menyoroti Kesalahan Nasabah Saat Transaksi Digital Tangerang – EVP Contact Center & Digital Service BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa kemudahan transaksi digital membawa risiko penipuan yang meningkat, terutama saat nasabah terburu-buru dan kurang teliti. Adrianus menjelaskan, kesalahan dalam melakukan transfer nominal, kelebihan pembayaran kartu kredit, hingga jebakan social engineering kerap terjadi ketika nasabah tergesa-gesa. “Dalam beberapa kasus, nasabah bahkan mentransfer dana dalam jumlah besar karena panik atau terdistraksi,” ujar Adrianus di ICE BSD, Jumat (6/2/2026). Laporan Penipuan Digital Nasional Capai Ratusan Ribu Kasus Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC/IISC), tercatat lebih dari 400.000 laporan penipuan digital nasional dengan total kerugian sekitar Rp 9 triliun. Adrianus menjelaskan bahwa modus penipuan digital didominasi oleh dua pola, yaitu scamming dan phishing. Pada scamming, pelaku menyamar sebagai institusi resmi seperti bank atau aparat penegak hukum untuk menipu korban, sedangkan phishing memanfaatkan tautan, situs palsu, atau komunikasi yang meyakinkan untuk mencuri data pribadi. Ia menekankan, kejahatan digital tidak membedakan usia, jenis kelamin, maupun latar belakang, dan korban paling banyak berasal dari kelompok usia produktif, termasuk figur publik. Halo BCA Menjadi Kanal Utama Penanganan Penipuan Ketika nasabah menyadari indikasi penipuan, Adrianus menyarankan untuk segera menghubungi Halo BCA. Layanan ini memungkinkan verifikasi, pencatatan laporan, pemblokiran rekening, serta koordinasi dengan bank lain, e-commerce, dan regulator untuk mencegah kerugian lanjutan. Halo BCA menyediakan fitur live chat, pelaporan cepat tanpa pulsa, pemantauan status laporan, serta pengaturan kartu dan data rekening secara mandiri. “Aplikasi ini dirancang agar nasabah dapat bertindak secepat mungkin menghadapi risiko penipuan,” kata Adrianus. BCA Perkuat Sistem Deteksi Fraud dan Edukasi Nasabah Selain penguatan teknologi, BCA aktif mencegah penipuan digital melalui edukasi berkelanjutan, kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, kepolisian, serta keterlibatan dalam ekosistem nasional. Secara internal, BCA mengembangkan sistem deteksi fraud menyeluruh untuk melindungi nasabah dari hulu ke hilir. Adrianus menegaskan bahwa Halo BCA bukan hanya pusat informasi, tetapi juga pusat solusi responsif yang terintegrasi dan fokus pada perlindungan nasabah di era digital. Outdoors penipuan perbankan BCA