Dude Herlino Terseret Kasus Dana Syariah Indonesia, Siapa Pemiliknya? Annisa Pratiwi, April 9, 2026 Bareskrim Memeriksa Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Saat Kasus DSI Bergulir Bareskrim Polri memeriksa pasangan selebriti Dude Harlino dan Alyssa Soebandono pada Kamis, 2 April 2026, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Penyidik memanggil keduanya sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang nilainya mencapai Rp 2,4 triliun. Dude dan Alyssa tiba sekitar pukul 10.05 WIB dengan penampilan yang rapi. Dude mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hijau, sedangkan Alyssa memakai dress hitam. Keduanya menyatakan siap membantu penyidik dengan memberikan keterangan yang diperlukan. Dude menjelaskan bahwa Bareskrim mengirim undangan pemeriksaan pertama kepada dirinya dan istri. Ia berharap keterangannya dapat membantu proses penyelidikan berjalan lebih terang dan memberi manfaat bagi penyidik. Penyidik Menelusuri Peran Brand Ambassador Dalam Promosi DSI Pemeriksaan terhadap Dude Harlino dan Alyssa Soebandono muncul karena keduanya pernah menjadi brand ambassador PT DSI. Penyidik ingin mendalami sejauh mana keterlibatan mereka dalam aktivitas promosi perusahaan fintech berbasis syariah tersebut. Bareskrim menempatkan keduanya dalam kapasitas saksi, bukan tersangka. Langkah ini menunjukkan bahwa penyidik masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang pernah berhubungan dengan kegiatan bisnis DSI. OJK Menjatuhkan Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha kepada DSI Sebelum pemeriksaan di Bareskrim berlangsung, Otoritas Jasa Keuangan telah menjatuhkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha kepada PT DSI sejak 15 Oktober 2025. Dalam sanksi itu, OJK melarang perusahaan menghimpun dana baru dari lender maupun menyalurkan pembiayaan baru kepada borrower melalui media apa pun, termasuk situs web dan aplikasi. OJK juga melarang perusahaan memindahkan atau mengalihkan aset tanpa persetujuan tertulis. Kebijakan tersebut menutup ruang gerak operasional DSI sambil menjaga kepentingan para pihak yang terlibat. Taufiq Aljufri Memimpin DSI Saat Perusahaan Mengklaim Pertumbuhan Besar Menurut informasi resmi perusahaan, Taufiq Aljufri tercatat sebagai founder sekaligus president director PT DSI. Ia mengklaim memiliki pengalaman manajerial lebih dari 20 tahun, pernah menerima penghargaan wirausaha, dan aktif di dunia properti serta pendidikan bisnis. Taufiq juga menyebut bahwa DSI berdiri untuk meramaikan pasar keuangan syariah pada 2018. Dalam penjelasannya pada 19 November 2025, ia mengatakan perusahaan telah melayani lebih dari 40 ribu lender dalam 7,5 tahun operasional, dengan lebih dari 26 ribu lender menerima kembali dana beserta imbal hasilnya. Ia juga menyebut tingkat kredit macet perusahaan berada di angka 0,18 persen pada November 2025, sementara total aset perusahaan mencapai Rp131,69 miliar. Namun, perkembangan kasus hukum justru membuat nama DSI kembali menjadi sorotan publik. Outdoors Dude Harlino Alyssa Soebandono diperiksa Bareskrim