Bukan Jakarta, Ini Wilayah Paling Banyak Korban Scam di RI Annisa Pratiwi, February 1, 2026February 4, 2026 OJK Ungkap Pulau Jawa Puncaki Laporan Korban Scam di Indonesia Pulau Jawa Mendominasi Laporan Penipuan Online Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mengungkap sebaran wilayah dengan laporan scam tertinggi di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari, menegaskan Pulau Jawa masih menjadi pusat laporan penipuan dengan total lebih dari 303.114 kasus. Jumlah ini jauh mengungguli wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Jawa Barat Memimpin Daftar Provinsi dengan Laporan Scam Terbanyak Berdasarkan data IASC, lima provinsi di Pulau Jawa menempati posisi tertinggi dalam laporan penipuan. Jawa Barat mencatat 88.943 laporan, DKI Jakarta 66.408 laporan, Jawa Timur 60.533 laporan, Jawa Tengah 48.231 laporan, dan Banten 30.539 laporan. Data ini menunjukkan konsentrasi aktivitas scam masih terpusat di Pulau Jawa. Sumatra dan Wilayah Lain Juga Catat Angka Signifikan Meski Pulau Jawa menjadi pusat laporan, wilayah lain juga mencatat jumlah kasus signifikan. Sumatra menempati posisi kedua secara nasional dengan 68.769 laporan, diikuti Kalimantan 23.541 laporan, Sulawesi 16.805 laporan, dan Bali & Nusa Tenggara 16.266 laporan. Di sisi timur, Maluku & Papua mencatat 4.041 laporan, sementara 101 laporan berasal dari warga di luar negeri. OJK Tekankan Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kiki, sapaan akrab Friderica, menekankan perlunya edukasi konsumen dan koordinasi lintas sektor untuk menekan angka penipuan digital. OJK terus memantau tren scam dan memperkuat mekanisme perlindungan masyarakat, termasuk melalui blokir rekening, investigasi cepat, dan kolaborasi dengan pihak berwenang di seluruh Indonesia. Upaya ini penting untuk menjaga keamanan finansial masyarakat dan mencegah eskalasi kerugian akibat penipuan online. Outdoors laporan korban scam Pulau Jawa