Penipuan Dokumen Digital Rugikan Masyarakat Rp 9,1 Triliun Annisa Pratiwi, February 14, 2026February 18, 2026 Penipuan Dokumen Digital Rugikan Masyarakat Rp 9,1 Triliun OJK Catat Kerugian Penipuan Digital Capai Triliunan Rupiah Jakarta – Penipuan berbasis dokumen digital semakin merugikan masyarakat di tengah pesatnya adopsi teknologi digital di Indonesia. Indonesia Anti Scam Center (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai Rp 9,1 triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga Desember 2025. Dokumen Digital yang Tampak Resmi Bisa Menjadi Modus Penipuan Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi, menekankan bahwa dokumen digital tidak selalu terlihat mencurigakan. Banyak dokumen yang tampil rapi dan meyakinkan padahal keabsahannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Teguh mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital sebelum mempercayai atau menindaklanjutinya melalui situs resmi Privy. Privy Dorong Gerakan #CekDuluBaruPercaya untuk Masyarakat Privy, Penyelenggara Sertifikat Elektronik independen, meluncurkan inisiatif #CekDuluBaruPercaya yang didukung Komdigi untuk mendorong masyarakat memverifikasi dokumen digital sebelum menandatangani atau mengambil keputusan. Chief Executive Officer & Founder Privy, Marshall Pribadi, menekankan bahwa tantangan utama bukan pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kemampuan masyarakat membangun kepercayaan yang dapat diverifikasi. Privy Cegah Jutaan Upaya Penipuan Digital Marshall menyebutkan bahwa hingga saat ini Privy telah mencegah 122 juta upaya penipuan pada layanan mereka. Inisiatif ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat dari sekadar melihat lalu percaya menjadi memeriksa dan memverifikasi sebelum bertindak. Dengan lebih dari 138 juta dokumen terverifikasi sejak didirikan pada 2016, Privy juga telah melayani 68 juta pengguna terverifikasi dan lebih dari 155.000 bisnis serta perusahaan menggunakan layanan mereka. Kolaborasi Publik dan Swasta Tingkatkan Keamanan Digital Teguh Arifiyadi mengapresiasi langkah strategis Privy yang sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keamanan dan kepercayaan di ruang digital. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci membangun ekosistem digital yang aman, nyaman, dan terverifikasi bagi masyarakat serta institusi di Indonesia. Outdoors penipuan dokumen digital