Sindikat Penyalahgunaan Tiket Museum Louvre Ditangkap, Ada Orang Dalam Terlibat Annisa Pratiwi, March 12, 2026 Polisi Prancis Menangkap Sindikat Penyalahgunaan Tiket Museum Louvre Kepolisian Prancis menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam skema penipuan tiket di Museum Louvre, Paris. Kasus tersebut diperkirakan merugikan hingga 10 juta euro atau sekitar Rp199 miliar. Penyelidikan bermula ketika pihak pengelola Museum Louvre melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait penjualan serta penggunaan tiket masuk. Temuan tersebut kemudian mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan lebih lanjut. Juru bicara museum menyatakan pihaknya menemukan indikasi adanya jaringan yang secara terorganisir menjalankan praktik penipuan dalam skala besar. Pernyataan itu disampaikan setelah pengelola museum menelaah berbagai data transaksi dan laporan internal. Penyelidik Menemukan Keterlibatan Pegawai Museum dan Pemandu Wisata Kantor Kejaksaan Paris menyebutkan bahwa sembilan orang yang ditahan terdiri dari dua pegawai Museum Louvre, beberapa pemandu wisata, serta satu orang yang diduga berperan sebagai pengendali utama jaringan tersebut. Media Prancis melaporkan bahwa para pemandu wisata menjalankan modus dengan menargetkan rombongan wisatawan asal China. Mereka diduga menggunakan tiket yang sama secara berulang untuk beberapa kelompok tur yang berbeda. Penyelidik kini mendalami kemungkinan bahwa praktik tersebut berlangsung secara sistematis selama hampir sepuluh tahun. Dalam sehari, jaringan ini diduga mampu mengatur hingga 20 rombongan tur yang menggunakan tiket yang sama. Aparat Mengungkap Modus Penggunaan Tiket Berulang untuk Menghindari Biaya Hasil penyadapan telepon serta pengawasan yang dilakukan aparat mengonfirmasi bahwa penggunaan ulang tiket dilakukan secara terorganisir. Para pelaku memanfaatkan celah dalam sistem pengawasan untuk meloloskan rombongan wisata. Selain itu, penyelidik juga menemukan praktik lain yang digunakan untuk menghindari biaya resmi yang harus dibayarkan pemandu wisata kepada museum. Para pelaku memecah kelompok tur menjadi beberapa bagian sehingga biaya yang dikenakan menjadi lebih kecil. Dalam proses penyidikan, aparat juga menemukan dugaan keterlibatan orang dalam. Para pemandu wisata diduga memberikan uang tunai kepada oknum pegawai museum agar pemeriksaan tiket dapat diloloskan tanpa hambatan. Penyidik Menyita Uang Tunai dan Melacak Investasi Hasil Penipuan Penyelidikan yudisial terhadap kasus ini telah dibuka sejak Juni tahun lalu. Para tersangka kini menghadapi berbagai tuduhan serius, termasuk penipuan terorganisir, pencucian uang, korupsi, penggunaan dokumen administratif palsu, serta membantu masuknya orang secara ilegal sebagai bagian dari jaringan kriminal. Selain itu, aparat juga melacak aliran dana hasil dugaan penipuan tersebut. Sebagian dana disebut telah diinvestasikan dalam sektor properti di Prancis maupun di Dubai. Sejauh ini aparat telah menyita lebih dari 957.000 euro dalam bentuk uang tunai, termasuk 67.000 euro dalam mata uang asing. Penyidik juga membekukan dana sebesar 486.000 euro yang tersimpan di beberapa rekening bank. Kasus ini menambah daftar persoalan yang tengah dihadapi Museum Louvre dalam beberapa waktu terakhir, termasuk insiden pencurian dan berbagai masalah operasional di dalam museum. Outdoors penipuan tiket museum louvre