3 Penipuan Kripto yang Mengintai Investor Annisa Pratiwi, February 14, 2026February 18, 2026 Tiga Penipuan Kripto Membahayakan Investor di Amerika Serikat Penipuan “Pig Butchering” Menguras Uang Korban dengan Janji Investasi Palsu Jakarta – Penipuan kripto di Amerika Serikat terus meningkat dan merugikan masyarakat miliaran dolar setiap tahun. Salah satu modus lama yang masih marak adalah penipuan “Pig Butchering”. Penipu membangun kepercayaan korban melalui aplikasi kencan atau jejaring sosial, lalu menawarkan investasi kripto dengan imbal hasil tinggi. Mereka berpura-pura sukses secara finansial dan meyakinkan korban untuk menyetor lebih banyak dana ke akun investasi palsu hingga akhirnya menghilang, meninggalkan korban tanpa uang. Pada April 2025, seorang wanita di Maryland kehilangan jutaan dolar akibat penipuan jenis ini, sementara FBI mencatat ribuan korban serupa dalam Operasi Level Up. Penipuan Deepfake AI Menipu Investor dengan Video dan Audio Palsu Modus terbaru melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meniru CEO dan selebriti terkenal seperti Elon Musk, Ryan Reynolds, dan Oprah Winfrey. Penipu menyebarkan video atau audio palsu di platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube untuk meyakinkan korban agar menanamkan dana pada kripto mencurigakan. Teknologi deepfake ini membuat penipuan tampak nyata, sehingga banyak korban, termasuk lansia, terperdaya. Pada 2024, kerugian akibat penipuan ini melonjak hingga USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 77,4 triliun. Penipuan ATM Kripto Mengelabui Masyarakat Lewat Panggilan Palsu Penipuan ATM kripto menargetkan individu melalui panggilan atau pesan palsu yang mengaku dari bank atau lembaga pemerintah. Korban diberi tahu bahwa dana atau investasi mereka berisiko dan diminta menarik serta menyetor uang ke dompet kripto yang dikontrol penipu di ATM terdekat. Setelah transaksi, uang korban hilang tanpa jejak. Kerugian akibat metode ini meningkat drastis, dari USD 12 juta pada 2020 menjadi lebih dari USD 110 juta pada 2023, dan mencapai USD 65 juta hanya pada paruh pertama 2024. Mayoritas korban adalah individu berusia 60 tahun ke atas. Ketiga jenis penipuan ini menunjukkan bagaimana teknologi modern dan pendekatan tradisional dipadukan untuk menipu investor, menimbulkan kerugian finansial besar, dan menargetkan korban yang sering kali tidak memiliki niat awal berinvestasi kripto. Outdoors penipuan kripto AS