Beredar Pamflet Penipuan Catut Nama Sultan Madura Haji Her Annisa Pratiwi, April 9, 2026 Pamflet Penipuan Mencatut Nama Haji Her dan Menyebar di Pamekasan Sebuah pamflet penipuan yang mencatut nama pengusaha asal Madura, Haji Khairul Umam atau dikenal sebagai Haji Her, beredar luas di tengah masyarakat Pamekasan pada momen Lebaran 2026. Selebaran tersebut memancing perhatian karena menjanjikan hadiah uang tunai dalam jumlah besar kepada penerimanya. Kasus ini langsung menimbulkan keresahan karena pelaku memanfaatkan nama tokoh publik yang dikenal sebagai pemilik PT Bawang Mas Group. Selain itu, momentum Idul Fitri yang identik dengan berbagi turut dimanfaatkan untuk meyakinkan calon korban. Pelaku Menawarkan Hadiah Besar dan Meminta Transfer Uang Dalam isi pamflet, pelaku mengklaim bahwa penerima telah terpilih sebagai pemenang hadiah sebesar Rp80 juta. Pelaku kemudian meminta korban melakukan proses “pengaktifan” hadiah dengan cara mentransfer uang sebesar Rp500 ribu ke rekening tertentu. Pelaku menyusun narasi seolah-olah proses tersebut merupakan bagian dari administrasi resmi. Bahkan, pelaku meyakinkan korban bahwa uang yang ditransfer akan dikembalikan bersama hadiah dengan total Rp80,5 juta. Modus ini secara jelas bertujuan mengelabui korban agar percaya dan segera mengirimkan uang. Haji Her Membantah Keterlibatan dan Menyebut Informasi Itu Hoaks Menanggapi beredarnya pamflet tersebut, Haji Her langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan tidak pernah mengadakan program undian atau memberikan hadiah seperti yang tercantum dalam selebaran itu. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan dirinya. Haji Her menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akun atau pihak resmi yang meminta uang kepada masyarakat dengan dalih apa pun. Pelaku Memanfaatkan Foto Tokoh Publik untuk Meyakinkan Korban Selain mencatut nama dan foto Haji Her, pelaku juga menambahkan gambar Presiden Republik Indonesia dalam pamflet tersebut. Langkah ini diduga sengaja dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan calon korban agar terlihat lebih meyakinkan dan resmi. Penggunaan identitas tokoh publik tanpa izin ini memperlihatkan bahwa pelaku menjalankan modus penipuan secara sistematis. Mereka memanfaatkan figur yang memiliki pengaruh kuat untuk memperdaya masyarakat. Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Modus Serupa Kasus ini mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan berkedok hadiah. Terlebih, pelaku kerap menggunakan alasan administrasi untuk meminta sejumlah uang di awal. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama jika melibatkan permintaan transfer dana. Pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak semakin banyak korban yang dirugikan. Outdoors pamflet penipuan haji her