Libur Akhir Tahun Rawan Penipuan Transaksi, Ini Tips Penting Hindari Scam Annisa Pratiwi, January 17, 2026January 22, 2026 Libur Akhir Tahun Tingkatkan Risiko Penipuan Transaksi Online di Indonesia VIDA Ungkap Kerentanan OTP dan Lonjakan Modus Penipuan AI Deepfake JAKARTA – Libur akhir tahun menjadi periode rawan penipuan transaksi online di Indonesia. Berdasarkan data perusahaan penyelenggara sertifikat elektronik VIDA, Natal dan Tahun Baru menciptakan peluang besar bagi pelaku kejahatan siber. Sistem keamanan berbasis One-Time Password (OTP) yang selama ini digunakan justru menjadi celah bagi penipu, karena kode sementara tersebut dapat dimanfaatkan melalui teknik phishing. Data VIDA menunjukkan bahwa 80 persen pembobolan akun terjadi akibat kerentanan OTP berbasis SMS. Selain itu, modus penipuan baru dengan memanfaatkan teknologi AI Deepfake mengalami lonjakan hingga 1.550 persen di Indonesia. Para penipu menggunakan AI Voice Cloning untuk meniru suara keluarga, atasan, atau pejabat agar korban mentransfer dana, dengan tingkat kemiripan suara mencapai 99 persen. Laporan Penipuan Meningkat Tajam Selama Periode Liburan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat 373.129 laporan penipuan sejak November 2024 hingga 30 November 2025, rata-rata 874 laporan setiap hari. Dari 619.394 rekening yang terkait penipuan, hanya 117.301 berhasil diblokir. Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, menekankan bahwa identitas digital menjadi gerbang utama keamanan finansial masyarakat, dan metode pengamanan tradisional seperti OTP berbasis SMS tidak lagi cukup. Otoritas Jasa Keuangan mencatat tiga modus penipuan utama: telepon palsu (39.978 laporan, kerugian Rp1,54 triliun), belanja daring palsu (64.933 laporan, kerugian Rp1,14 triliun), dan investasi bodong (24.803 laporan, kerugian Rp1,40 triliun). Masyarakat Indonesia rata-rata melaporkan penipuan 12 jam setelah kejadian, jauh lebih lambat dibanding negara lain, sehingga hanya 4,76 persen dana korban dapat diselamatkan. VIDA Berikan Tips untuk Lindungi Keamanan Digital Selama Liburan VIDA mendorong masyarakat menghindari penggunaan Wi-Fi publik untuk transaksi perbankan dan selalu memverifikasi permintaan transfer dana melalui nomor kontak resmi. Masyarakat juga diminta mewaspadai tekanan waktu atau “urgency” dan mengecek detail transfer sebelum memproses pembayaran. Selain itu, perusahaan menyarankan penggunaan autentikasi biometrik untuk menggantikan OTP SMS, karena lebih aman dari upaya penipuan deepfake. Perusahaan menekankan bahwa masyarakat dan industri harus selalu waspada terhadap serangan siber kapan pun, serta memperkuat infrastruktur keamanan untuk memastikan pengalaman digital yang aman dan terpercaya selama libur akhir tahun. Outdoors penipuan