Jaringan “Love Scamming” Jalan Gito Gati Terbongkar, Polisi Incar Aktor Intelektual di China Annisa Pratiwi, January 17, 2026January 22, 2026 Polisi Bongkar Jaringan Love Scamming di Yogyakarta dan Bidik Otak Utama di China Polresta Yogyakarta Gandeng Interpol untuk Kejar Otak Sindikat YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta bekerja sama dengan Interpol melalui Divisi Hubungan Internasional Polri untuk memburu otak utama sindikat love scamming internasional. Langkah ini diambil setelah polisi membongkar markas operator penipuan berbasis asmara di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan warga negara asing asal China, dan identitas pemilik aplikasi penampung hasil kejahatan diketahui bernama Zang Chi. Polisi Ungkap Omzet Sindikat Mencapai Puluhan Miliar Rupiah Penyelidikan polisi mengungkap bahwa PT Altair Trans Service, perusahaan ilegal yang menjalankan kegiatan penipuan, menghasilkan omzet fantastis. Satu shift kerja diperkirakan meraup Rp 11 miliar, sehingga tiga shift dalam sehari bisa menyentuh Rp 33 miliar per bulan. Pendapatan diperoleh melalui target koin yang dikumpulkan para agen, di mana setiap 16 koin setara dengan 5 dollar AS. Koin tersebut dikumpulkan dari korban yang tergiur bujuk rayu agen dalam transaksi daring. Polisi Amankan Enam Tersangka dari Berbagai Posisi Dalam penggerebekan pada Senin (5/1/2026), Polresta Yogyakarta menangkap enam tersangka dengan peran berbeda, mulai dari CEO berinisial R (35), HRD berinisial H (33), hingga jajaran project manager dan team leader. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa penemuan kasus ini berkat patroli siber yang mencurigai aktivitas mencurigakan di gedung dua lantai milik sindikat. Sindikat Gunakan Agen Virtual untuk Perdaya Korban Polisi menjelaskan modus operandi sindikat berupa agen yang berpura-pura menjadi wanita cantik di aplikasi kencan daring, menyesuaikan dengan negara asal korban seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Agen melakukan pendekatan bujuk rayu untuk mendorong korban membeli koin dan mengirim hadiah virtual, termasuk akses ke konten foto dan video dewasa. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menelusuri jaringan lebih luas dan mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat. Outdoors jaringan love scamming Yogyakarta