Cara Tangkal Modus Penipuan Segitiga di Bursa Mobil Bekas Annisa Pratiwi, January 18, 2026January 22, 2026 Praktisi Mengungkap Cara Menangkal Modus Penipuan Segitiga di Bursa Mobil Bekas Praktik jual beli mobil bekas daring memicu meningkatnya kasus penipuan segitiga Maraknya transaksi mobil bekas melalui iklan online dan media sosial terus diikuti oleh beragam modus penipuan. Salah satu pola yang paling sering menjerat calon pembeli adalah penipuan segitiga. Modus ini kerap terlihat meyakinkan karena pelaku memanfaatkan celah komunikasi antara penjual asli dan pembeli. Pemilik PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa penipuan segitiga terjadi ketika pelaku menyamar sebagai pihak terpercaya dari penjual. Pelaku kemudian mengarahkan komunikasi agar pembeli tidak berhubungan langsung dengan pemilik kendaraan yang sebenarnya. Kondisi ini membuat pembeli sulit memverifikasi kebenaran transaksi. Pelaku memanfaatkan iklan asli dan membangun identitas palsu Lukman menjelaskan bahwa pelaku biasanya mengambil materi iklan mobil bekas yang benar-benar ada. Selanjutnya, pelaku menghubungi calon pembeli menggunakan identitas palsu dengan mengaku sebagai pemilik, kerabat, atau perantara resmi dari penjual. Dalam proses komunikasi, pelaku membangun kepercayaan dengan menyampaikan detail kendaraan yang tampak akurat. Setelah pembeli menunjukkan minat dan menyepakati harga, pelaku mulai mengarahkan pembayaran agar ditransfer ke rekening yang dikendalikan penipu. Sementara itu, penjual asli sama sekali tidak mengetahui adanya transaksi tersebut. Calon pembeli mentransfer uang tanpa menerima kendaraan Masalah muncul ketika pembeli telah mengirim uang, baik sebagai tanda jadi maupun pelunasan. Mobil yang dijanjikan tidak pernah diterima karena dana masuk ke rekening pelaku, bukan ke pemilik kendaraan. Situasi ini sering baru disadari setelah penjual asli menolak menyerahkan mobil karena tidak pernah menerima pembayaran. Lukman menegaskan bahwa modus ini sangat merugikan karena melibatkan korban ganda. Pembeli kehilangan uang, sementara penjual asli namanya terseret dalam masalah meski tidak terlibat. Praktisi menekankan verifikasi langsung sebagai langkah pencegahan Untuk menghindari penipuan segitiga, Lukman menekankan pentingnya verifikasi langsung antara pembeli dan penjual. Calon pembeli perlu memastikan harga kendaraan dikonfirmasi langsung di lokasi penjual dan sesuai dengan iklan awal. Perbedaan harga sering menjadi indikator awal adanya manipulasi. Selain itu, pembayaran hanya boleh dilakukan ke rekening atas nama yang sama dengan pemilik kendaraan. Jika transaksi dilakukan melalui showroom atau perusahaan, nama rekening harus sesuai dengan identitas resmi badan usaha tersebut. Langkah ini dinilai krusial untuk menutup celah penipuan. Dengan meningkatnya kasus penipuan segitiga, calon pembeli mobil bekas diimbau untuk lebih berhati-hati, tidak tergiur harga murah, serta selalu memastikan transparansi komunikasi sebelum melakukan transfer dana. Outdoors Penipuan segitiga mobil bekas