Mahasiswa USU Diduga Dibegal Pria Ngaku Polisi-Diperas Oknum TNI yang Nolong Annisa Pratiwi, March 12, 2026 Mahasiswa USU Alami Percobaan Begal oleh Pria yang Mengaku Polisi di Medan Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Farhan Arisy Pakpahan (23) mengalami dugaan percobaan pembegalan di Kota Medan. Peristiwa tersebut terjadi ketika dua pria yang mengaku sebagai polisi menghentikan dan menyerangnya saat ia pulang menuju tempat kos. Farhan menceritakan kejadian itu berlangsung pada 13 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di depan pemakaman Kristen di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru. Malam itu, Farhan baru saja mengantar rekan kerjanya ke kawasan Pajak USU yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah menyelesaikan aktivitasnya, Farhan langsung mengendarai sepeda motor menuju tempat kos. Namun, perjalanan pulang itu tiba-tiba berubah mencekam ketika dua pria menghentikan lajunya di tengah jalan. Dua Pria Mencegat dan Menyerang Korban saat Pulang ke Kos Farhan menjelaskan bahwa kedua pria tersebut tiba-tiba memepet dan menghentikan sepeda motornya. Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online, sementara pelaku lainnya menggunakan jaket layanan pesan antar makanan. Begitu menghentikan korban, salah satu pelaku langsung mengambil kunci sepeda motor Farhan. Pada saat yang sama, pelaku lainnya memiting tubuh korban dari belakang. Farhan yang merasa terancam segera berteriak meminta pertolongan. Ia juga meneriaki kedua pria tersebut sebagai begal agar warga sekitar segera datang membantu. Teriakan itu berhasil menarik perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi. Namun situasi berubah ketika kedua pria tersebut tiba-tiba mengaku sebagai anggota kepolisian. Mereka bahkan menuduh Farhan sebagai pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan mencoba membawanya pergi. Korban Sempat Melarikan Diri namun Kembali Ditangkap dan Dianiaya Dalam situasi panik, Farhan sempat melarikan diri menggunakan sepeda motornya. Akan tetapi, ia kembali ditangkap oleh kedua pria tersebut tidak lama kemudian. Korban mengaku para pelaku memukul bagian perutnya dan mengancam menggunakan obeng. Selain itu, keributan yang terjadi membuat beberapa warga ikut melakukan kekerasan fisik terhadap Farhan karena mengira ia benar-benar pelaku kejahatan seperti yang dituduhkan. Setelah itu, Farhan rencananya akan dibawa ke rumah kepala lingkungan setempat untuk diperiksa lebih lanjut. Oknum TNI Datang dan Membawa Korban dari Lokasi Kejadian Tidak lama setelah keributan terjadi, seorang pria yang disebut Farhan sebagai oknum TNI dari Kodam I/Bukit Barisan berinisial O datang ke lokasi. Farhan menganggap kedatangan pria tersebut sebagai pertolongan di tengah situasi yang semakin tidak terkendali. Oknum TNI tersebut kemudian membawa Farhan menggunakan sepeda motornya. Saat itu Farhan dibonceng oleh O, sementara sepeda motor milik korban dibawa oleh rekan O yang berinisial A. Awalnya O menyatakan tidak mengenal A. Namun dalam perjalanan, A juga meminta Farhan menyerahkan tasnya dengan alasan membantu membawanya. Di dalam tas tersebut terdapat sejumlah barang elektronik milik korban, termasuk earphone dan tablet. Ketika mereka tiba di rumah kepala lingkungan, ternyata kepling tidak berada di tempat. Sementara itu, situasi tersebut dimanfaatkan oleh dua pria yang sebelumnya menyerang Farhan untuk melarikan diri dari lokasi. Korban Mengaku Kehilangan Barang dan Memberi Uang kepada Oknum TNI Setelah kejadian itu, oknum TNI tersebut mengantar Farhan kembali ke tempat kosnya. Namun sepeda motor korban masih berada di tangan rekan oknum TNI tersebut. Farhan yang merasa telah dibantu kemudian memberikan sejumlah uang kepada oknum TNI tersebut sebagai bentuk terima kasih. Meski begitu, ia belakangan menyadari bahwa tasnya sempat dibuka dan barang-barangnya diperiksa tanpa sepengetahuannya. Peristiwa ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa Farhan tidak hanya menjadi korban percobaan pembegalan oleh pria yang mengaku polisi, tetapi juga mengalami pemerasan setelah kejadian tersebut. Outdoors mahasiswa USU dibegal pria mengaku polisi