WN Liberia Penipu Black Dollar yang Ditangkap di Jakbar Sasar Warga Korsel Annisa Pratiwi, April 9, 2026 Polisi Menangkap Dua WN Liberia Pelaku Penipuan Black Dollar di Jakarta Barat Polisi menangkap dua warga negara asing asal Liberia berinisial SDT dan I yang terlibat dalam penipuan bermodus black dollar di Jakarta Barat. Penangkapan ini mengungkap praktik penipuan lintas negara yang menargetkan sesama warga asing, termasuk korban dari Korea Selatan. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menjelaskan bahwa kedua pelaku menjalankan aksi penipuan terhadap seorang warga Korea Selatan. Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap rangkaian aksi dan potensi korban lainnya. Polisi Mengungkap Kronologi Penipuan yang Berlangsung Berbulan-bulan Berdasarkan laporan korban, pelaku menjalankan aksinya sejak September hingga Desember 2025. Namun, korban baru menyadari dirinya tertipu pada 8 Maret 2026, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat. Seiring laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya menetapkan kedua WN Liberia itu sebagai tersangka. Saat ini, penyidik masih menghitung total kerugian yang dialami korban, termasuk kemungkinan adanya transaksi bertahap dalam kasus ini. Polisi Menangkap Pelaku Saat Berada di Restoran Apartemen Petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap kedua pelaku saat sedang makan di sebuah restoran di dalam apartemen kawasan Jakarta Barat pada Rabu, 18 Maret 2026. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan setelah petugas menunjukkan surat perintah resmi. Dalam proses tersebut, polisi langsung melakukan pemeriksaan badan terhadap pelaku di lokasi. Penangkapan ini menjadi langkah penting untuk menghentikan praktik penipuan yang berpotensi merugikan lebih banyak korban. Pelaku Menjalankan Modus Black Dollar untuk Mengelabui Korban Pelaku menggunakan modus black dollar dengan memanfaatkan kertas yang menyerupai mata uang dolar Amerika Serikat. Kertas tersebut tampak seperti uang asli dari segi ukuran dan tekstur, namun akan berubah menjadi warna gelap atau tidak wajar saat diperiksa lebih lanjut. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengarang cerita bahwa uang tersebut dilapisi bahan kimia agar lolos dari pemeriksaan otoritas. Selanjutnya, pelaku menawarkan cara untuk ‘membersihkan’ uang tersebut agar kembali menjadi dolar asli. Dalam praktiknya, pelaku sering mencampurkan uang asli dengan uang palsu guna meningkatkan kepercayaan korban. Melalui cara ini, korban akhirnya tergiur untuk membeli atau menukarkan uang tersebut dengan harga tertentu. Polisi memastikan bahwa seluruh uang dalam modus tersebut merupakan palsu dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran serupa yang menjanjikan keuntungan instan. Outdoors penipuan black dollar jakarta barat