Awas! Akun Telegram Palsu Marak, Risiko Penipuan Investasi Mengintai Annisa Pratiwi, January 17, 2026January 22, 2026 Pluang Ungkap Maraknya Akun Telegram Palsu yang Menipu Investor Pluang Tegaskan Akun Telegram Resmi Tidak Menghubungi Pengguna Langsung JAKARTA – Pluang memperingatkan masyarakat terhadap maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan perusahaan untuk menipu calon investor. Perusahaan fintech ini mengungkapkan puluhan akun bodong muncul dalam beberapa waktu terakhir, mencatut nama dan logo Pluang, serta menawarkan skema investasi ilegal dengan janji keuntungan cepat dan ajakan bergabung ke grup eksklusif. Pluang menegaskan, komunikasi resmi perusahaan hanya dilakukan secara satu arah melalui kanal yang telah diverifikasi, sehingga pengguna tidak akan dihubungi secara langsung melalui pesan pribadi. Andreas Agung Hendrawan, Director of Marketing and Commercial Pluang, menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan euforia masyarakat yang ingin cepat memperoleh keuntungan finansial dengan janji profit yang tidak realistis. Pluang Temukan Modus Akun Palsu di Instagram dan Telegram Selain Telegram, Pluang mencatat akun palsu juga mulai beroperasi di Instagram dengan nama yang sangat mirip akun resmi, ditambah karakter atau angka, seperti @pluang_invest, @pluang.trading, dan @pluang_official01. Akun-akun ini dirancang untuk mengecoh pengguna agar meyakini mereka berinteraksi dengan akun resmi. Pelaku Meminta Transfer Dana ke Rekening Pribadi dan Data Rahasia Modus lain yang harus diwaspadai adalah permintaan transfer dana ke rekening pribadi atau dompet digital di luar sistem resmi, termasuk permintaan data pribadi yang bersifat rahasia. Pluang menegaskan bahwa semua transaksi resmi hanya dilakukan melalui aplikasi atau platform resmi perusahaan dan menekankan agar pengguna segera menghubungi layanan pelanggan bila ragu terhadap suatu akun. OJK Catat Penipuan Keuangan Capai Rp 7 Triliun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatat 10 modus penipuan keuangan yang paling banyak terjadi hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 7 triliun, termasuk penipuan investasi, transaksi belanja online, dan phishing. Edukasi masyarakat dan pelaporan cepat terhadap akun palsu menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian lebih besar akibat penipuan digital. Outdoors akun Telegram palsu penipuan investasi