Apa Itu Love Scamming dan Bagaimana Cara Menghindarinya? Ini Kata Psikolog Annisa Pratiwi, January 18, 2026January 22, 2026 Love Scamming Mengintai Relasi Digital dan Memicu Kerugian Emosional serta Finansial Pakar Psikologi Menjelaskan Cara Kerja Love Scamming di Ruang Digital JAKARTA – Perkembangan media sosial dan aplikasi percakapan membuka peluang relasi asmara tanpa batas ruang. Namun, di balik kemudahan itu, praktik love scamming terus meningkat dan menimbulkan kerugian finansial serta luka emosional bagi korban. Love scamming bekerja dengan menyamarkan penipuan sebagai hubungan romantis yang tampak tulus dan meyakinkan. Korban datang dari berbagai usia, gender, dan latar belakang profesi, menandakan bahwa modus ini tidak memilih target secara sempit. Berdasarkan keterangan Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri, love scamming merupakan bentuk penipuan yang memanfaatkan kedekatan emosional. Pelaku membangun relasi intens melalui pesan digital dengan rayuan dan perhatian berlebihan hingga korban merasa memiliki ikatan khusus. Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku mulai meminta uang dengan berbagai alasan darurat, seperti biaya perjalanan, pengobatan, atau pengiriman hadiah, lalu menghilang setelah tujuan finansial tercapai. Pelaku Memanfaatkan Identitas Palsu untuk Membangun Kepercayaan Korban Pelaku love scamming memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, Telegram, dan WhatsApp dengan identitas palsu. Mereka menggunakan foto menarik milik orang lain dan menyusun profil yang tampak meyakinkan. Komunikasi biasanya berlangsung sangat intens melalui pesan teks, sementara panggilan suara atau video sering dihindari atau dilakukan dengan wajah disamarkan. Strategi ini memungkinkan pelaku menjaga kebohongan tetap tertutup dalam waktu lama. Meski istilah love scamming populer di era digital, praktik ini sejatinya telah ada sejak lama. Perkembangan teknologi membuat modus tersebut semakin masif dan terstruktur. Pelaku tidak bekerja secara acak, melainkan mempelajari pola emosi korban untuk menentukan pendekatan yang paling efektif sebelum masuk ke tahap eksploitasi. Psikolog Menekankan Ketahanan Emosional untuk Mencegah Love Scamming Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menegaskan bahwa pencegahan love scamming tidak cukup hanya mengandalkan kewaspadaan teknologi. Menurutnya, setiap individu perlu membangun ketahanan emosional agar tidak mudah terjebak dalam relasi digital yang manipulatif. “Menghindari love scamming harus menggabungkan logika digital dengan kekuatan emosional. Sindikat ini bekerja sangat profesional dengan skenario yang rapi dan meyakinkan,” ujar Danti saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/1/2026). Ia menjelaskan bahwa pelaku biasanya memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sedang rapuh. Oleh karena itu, kemampuan mengenali batasan diri, tidak terburu-buru percaya, dan menolak permintaan finansial dari relasi daring menjadi langkah penting untuk melindungi diri. Outdoors apa itu love scamming