Love Scam Menggerus Keuangan Masyarakat dengan Manipulasi Emosi hingga Rp 49,19 Miliar Annisa Pratiwi, January 18, 2026January 22, 2026 Love Scam Menggerus Keuangan Masyarakat dengan Manipulasi Emosi hingga Rp 49,19 Miliar OJK mencatat lonjakan kerugian love scam sepanjang 2025 Otoritas Jasa Keuangan menegaskan bahwa love scam berkembang menjadi ancaman serius dalam kejahatan finansial digital. Sepanjang 2025, kerugian masyarakat akibat modus ini mencapai Rp 49,19 miliar. Angka tersebut dihimpun dari 3.494 laporan yang diterima Indonesia Anti-Scam Center hingga akhir tahun. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dan menempatkan love scam sebagai salah satu penipuan digital yang paling merugikan. Lonjakan laporan itu mendorong OJK memperkuat peringatan kepada publik. Lembaga pengawas menilai pelaku memanfaatkan celah emosional korban untuk menguras dana secara bertahap dan sistematis. Karena itu, OJK meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menjalin relasi daring. Pelaku love scam membangun relasi palsu untuk menguras dana korban Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa pelaku membangun hubungan palsu secara perlahan. Pelaku menciptakan rasa kedekatan dan kepercayaan sebelum mengarahkan korban pada permintaan finansial. Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Desember 2025 pada Jumat (9/1/2026), Friderica menyatakan bahwa korban kerap mentransfer uang secara sukarela karena merasa memiliki hubungan spesial. Manipulasi emosi ini membuat korban sulit menyadari bahwa mereka sedang ditipu. Modus asmara daring memanfaatkan platform kencan dan media sosial Pelaku love scam menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjalin hubungan romantis melalui media sosial dan aplikasi kencan. Setelah membangun kepercayaan, pelaku mengarahkan korban untuk mengirim uang, membeli aset digital, atau melakukan top up tertentu. Skema ini memadukan bujuk rayu dengan tekanan emosional agar korban terus mengirim dana. Dorongan emosional yang kuat membuat korban sering mengabaikan tanda bahaya. Akibatnya, kerugian yang timbul tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam dan sulit dipulihkan. Aparat membongkar sindikat love scam lintas negara di Yogyakarta Di dalam negeri, aparat kepolisian mengungkap praktik love scam berskala internasional. Kepolisian Resor Kota Yogyakarta membongkar sindikat penipuan berkedok asmara yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengungkapan terjadi melalui operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, pada Senin (5/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Sindikat tersebut memanfaatkan aplikasi kencan daring dan aplikasi kloningan asal China bernama WOW. Para pelaku berperan sebagai admin percakapan dengan identitas perempuan yang disesuaikan dengan negara korban, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. OJK membawa isu love scam ke forum internasional Friderica menambahkan bahwa maraknya love scam menjadi perhatian global. OJK membahas tren ini dalam Komite 8 International Organization of Securities Commissions yang berfokus pada perlindungan konsumen. Forum tersebut mengidentifikasi love scam sebagai kejahatan lintas negara yang terus meningkat dan memerlukan kerja sama internasional. Outdoors modus manipulasi emosi love scam