Belajar Modus Penipuan Mobil Bekas Langsung Praktisi Jasa Inspeksi Annisa Pratiwi, January 18, 2026January 22, 2026 Praktisi Jasa Inspeksi Membongkar Modus Penipuan Mobil Bekas Lewat Video Viral Video viral memperlihatkan indikasi penipuan mobil bekas yang merugikan calon pembeli Sebuah video viral di media sosial menyoroti praktik penipuan dalam transaksi mobil bekas dan memicu perhatian publik. Video yang diunggah akun Instagram Inspector Idn itu menampilkan percakapan telepon antara penyedia jasa inspeksi kendaraan dan seseorang yang diduga terlibat penipuan mobil bekas. Percakapan tersebut memperlihatkan sejumlah kejanggalan yang kerap muncul dalam kasus jual beli kendaraan bermasalah. Dalam video tersebut, orang di seberang telepon mengaku sebagai anak buah pemilik mobil. Ia meminta calon pembeli mengirim uang muka sebesar 20 persen jika ingin melakukan pengecekan unit secara langsung. Namun, penelepon tidak menyebutkan nominal pasti karena harga mobil juga tidak dijelaskan secara rinci. Penelepon menolak inspeksi independen dan mengalihkan komunikasi Percakapan kemudian dialihkan kepada sosok lain yang mengaku sebagai pemilik mobil. Ketika dijelaskan bahwa penelepon berasal dari jasa inspeksi kendaraan, orang tersebut justru menolak proses pengecekan. Ia menyatakan bahwa inspeksi hanya dapat dilakukan jika pembeli hadir langsung, tanpa melibatkan pihak ketiga. Sikap tersebut dinilai tidak lazim dalam transaksi mobil bekas yang sehat. Penolakan terhadap inspeksi independen menjadi sinyal kuat adanya upaya menutup kondisi sebenarnya dari kendaraan yang ditawarkan. Praktisi jasa inspeksi menegaskan pola tersebut sebagai modus penipuan Lukman Hakim, pemilik PT Inspector Indonesia Expert, membenarkan bahwa kejadian dalam video tersebut mengarah pada penipuan. Ia menjelaskan bahwa penelepon berpura-pura memiliki showroom dan berupaya mengisolasi calon pembeli dari jasa inspeksi agar transaksi berjalan sesuai skenario pelaku. Menurut Lukman, pelaku biasanya memancing korban dengan iklan mobil berharga jauh di bawah pasaran. Materi iklan sering kali diambil dari unggahan penjual lain. Setelah calon pembeli tertarik, alur transaksi diarahkan tidak langsung ke pemilik kendaraan asli, melainkan ke pihak penipu. Praktisi mengingatkan calon pembeli agar waspada terhadap permintaan DP Lukman menegaskan bahwa permintaan uang muka sebelum pengecekan unit patut diwaspadai, terutama jika disertai penolakan inspeksi independen. Meski demikian, ia mengakui bahwa sebagian pedagang mobil bekas resmi memang menerapkan sistem DP, sehingga konteks transaksi tetap harus dilihat secara menyeluruh. Ia mengimbau calon pembeli untuk selalu memastikan identitas penjual, mengecek legalitas kendaraan, dan menggunakan jasa inspeksi independen sebelum menyerahkan uang dalam bentuk apa pun. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menghindari kerugian akibat modus penipuan yang semakin beragam. Outdoors modus penipuan mobil bekas