Cerita WNI Kabur dari Pusat Scam di Kamboja, Terjebak Janji Bos China Annisa Pratiwi, February 1, 2026February 4, 2026 WNI Kabur dari Sindikat Penipuan Online di Kamboja Setelah Janji Bos China Tak Terpenuhi Pemuda 18 Tahun Asal Sumatra Lepas dari Pusat Penipuan Online di Bavet Jakarta – Seorang pemuda berusia 18 tahun asal Sumatra berhasil kabur dari kompleks penipuan online di kota Bavet, dekat perbatasan Kamboja-Vietnam, setelah delapan bulan dipaksa bekerja tanpa bayaran. Pemuda itu tiba di Phnom Penh pada 18 Januari 2026 dan langsung menuju Kedutaan Besar Indonesia untuk meminta paspor baru karena paspornya dipegang oleh bos yang berasal dari China. Pemuda tersebut sebelumnya dijanjikan gaji sebesar US$600 per bulan, namun janji itu tidak pernah dipenuhi. Ratusan WNI Bebas dari Sindikat Penipuan Online Berkat Penegakan Hukum Kamboja Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh melaporkan sejak 16 Januari hingga 19 Januari 2026, 911 WNI mendatangi kedutaan setelah keluar dari sindikat penipuan daring di berbagai wilayah Kamboja. Dari 1-18 Januari 2026, sebanyak 440 WNI dibebaskan oleh sindikat. Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyebut penindakan keras pemerintah Kamboja membuat banyak sindikat memecat pekerjanya, sehingga sejumlah WNI berhasil meninggalkan kompleks penipuan. Santo memperkirakan jumlah WNI yang dibebaskan akan terus bertambah. Penangkapan Bos Scam China Picu Kekacauan Industri Penipuan Online Sebelumnya, pengusaha kelahiran China, Chen Zhi, yang juga pernah menjadi penasihat pemerintah Kamboja, ditangkap dan dideportasi terkait operasi penipuan online. Chen telah didakwa oleh otoritas Amerika Serikat pada Oktober 2025. Penangkapan ini mengguncang industri penipuan di Kamboja dan memaksa operator sindikat membebaskan pekerja untuk menghindari konsekuensi hukum. Meski demikian, ahli anti-perdagangan manusia, Mark Taylor, menilai langkah tersebut kemungkinan hanya upaya sindikat memindahkan peralatan dan pekerja untuk tetap bertahan dalam bisnis, sehingga industri penipuan masih belum sepenuhnya diberantas. Pemerintah Kamboja Janji Tindak Tegas Penipuan Online Pemerintah Kamboja berkomitmen menindak tegas masalah perdagangan penipuan online yang melibatkan ribuan orang, termasuk WNI. PBB mencatat sekitar 100 ribu pekerja terlibat dalam industri penipuan daring di negara tersebut. Langkah penegakan hukum ini diharapkan dapat mengurangi praktik ilegal sekaligus memberi perlindungan bagi warga yang menjadi korban, sekaligus mempermudah proses evakuasi dan repatriasi bagi WNI yang terjebak dalam sindikat penipuan. Outdoors WNI kabur pusat penipuan online Kamboja