Warga Ungkap Ponpes Milik Predator Seks Pati Kerap Terima Donasi Annisa Pratiwi, May 8, 2026 Warga Pati Mengungkap Ponpes Milik Tersangka Kekerasan Seksual yang Kerap Menerima Donasi Warga Menyebut Aktivitas Ponpes Mereda Setelah Kasusnya Terbongkar Warga sekitar pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mulai angkat bicara setelah pendirinya berinisial AS (52) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati. Di tengah sorotan publik, muncul pengakuan bahwa ponpes tersebut selama ini juga kerap menerima bantuan dari para dermawan. Seorang pemuda setempat, Ahmad Nawawi, mengatakan suasana di lingkungan ponpes berubah drastis sejak kasus itu ramai dibicarakan. Ia menyebut aktivitas di dalam pesantren kini nyaris berhenti total. Para santri pun sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing, termasuk santri putri. Menurut Nawawi, kekecewaan warga tidak muncul tiba-tiba. Ia menuturkan sebagian masyarakat sudah lama merasa resah terhadap perilaku AS. Sebelum kasus ini terbuka ke publik, warga disebut sudah lebih dulu mendengar berbagai dugaan perbuatan buruk yang menimpa sejumlah orang di sekitar ponpes. Nawawi menyebut keresahan itu berkaitan dengan dugaan penipuan, kekerasan, dan pencabulan seksual terhadap santri putri, terutama yang masih berusia anak. Karena itu, warga merasa marah sekaligus kecewa ketika kasus tersebut akhirnya terbukti sampai ke ranah hukum. Warga Menilai Bantuan ke Ponpes Mengalir Karena Citra Sosialnya Tampak Baik Meski banyak warga menyimpan keberatan, Nawawi mengatakan ponpes itu pada masa lalu tetap sering menerima donasi. Ia menjelaskan pesantren tersebut dulu dikenal menampung santri dari keluarga kurang mampu dan anak yatim piatu, sehingga banyak orang merasa terpanggil untuk membantu. Kuasa hukum korban, Ali Yusron, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan banyak santri di ponpes itu berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim piatu. Kondisi itu membuat banyak dermawan menyalurkan bantuan dengan harapan para santri bisa tetap bersekolah tanpa biaya. Ali menambahkan, citra sosial pesantren yang tampak baik di mata publik ikut mendorong aliran donasi dari berbagai pihak. Bahkan, sebagian pemberi bantuan disebut berasal dari kalangan pejabat. Warga Mendesak Polisi Segera Menangkap Tersangka dan Mengusut Tuntas Kasus Di tengah situasi itu, Ahmad Nawawi meminta kepolisian bergerak cepat agar kasus tidak menimbulkan korban baru. Ia menegaskan warga akan terus menekan aparat jika proses hukum berjalan lamban. Sementara itu, pihak ponpes di Tlogowungu kini sudah ditutup dan tidak lagi menerima santri baru. Kebijakan itu muncul setelah pendiri ponpes resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati. Polisi masih menangani perkara tersebut, sementara warga dan keluarga korban terus menunggu perkembangan hukum berikutnya. Outdoors Ponpes Pati Terima Donasi