PT Indo Universia Diduga Terlibat Kasus Penipuan Beasiswa Kedokteran China Annisa Pratiwi, September 4, 2026 Nama PT Indo Universia Multinasional muncul dalam kasus dugaan penipuan program beasiswa kedokteran ke China yang menyeret oknum kepala desa asal Banyuwangi berinisial AS (34). Perusahaan tersebut disebut menawarkan beasiswa penuh S1 Kedokteran di Hainan, Tiongkok, kepada anak seorang ibu rumah tangga asal Kota Malang. Namun, keberadaan aktivitas perusahaan di alamat yang tercantum dalam dokumen justru menimbulkan pertanyaan. PT Indo Universia Multinasional tercatat beralamat di Ruko Graha Anggrek Mas No. 26A, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Saat dilakukan pengecekan pada Selasa, 1 September 2026, tidak terlihat aktivitas operasional rutin perusahaan tersebut. Beberapa Perusahaan Menggunakan Alamat Kantor PT Indo Universia di Sidoarjo Ruko tersebut ternyata menampung sejumlah entitas usaha. Selain PT Indo Universia Multinasional, beberapa perusahaan atau badan usaha lain juga tercatat menggunakan alamat yang sama. Heri (34), pegawai salah satu perusahaan di lokasi itu, mengatakan dirinya tidak melihat pegawai PT Indo Universia datang dan bekerja secara rutin. Menurutnya, perusahaan tersebut hanya menjalankan kegiatan tertentu di lokasi. Ruko itu mulai digunakan sekitar awal 2026. Sebelumnya, sejumlah perusahaan yang kini memakai alamat tersebut berada di lokasi berbeda. Heri juga tidak melihat kegiatan konsultasi pendidikan berlangsung secara langsung di ruko tersebut karena informasi yang dia peroleh menunjukkan layanan lebih banyak berjalan secara online. Korban Membayar Rp150 Juta untuk Program Beasiswa Kedokteran China Kasus dugaan penipuan tersebut mencuat setelah seorang ibu rumah tangga berinisial IYW di Kota Malang melaporkannya. Peristiwa bermula pada 18 Juni 2025 ketika anak korban, MRR, memperoleh informasi tentang program beasiswa bernama Kuliah Hebat dari seorang guru di salah satu SMA Negeri di Kota Malang. MRR kemudian menghubungi nomor AS yang tercantum dalam brosur program. Saat berkomunikasi melalui telepon, AS disebut meyakinkan korban bahwa PT Indo Universia Multinasional dapat menyediakan beasiswa penuh S1 Kedokteran di Hainan, Tiongkok. Program itu disebut mencakup biaya kuliah, asrama, dan uang saku dengan biaya administrasi Rp150 juta. Korban lalu mentransfer dana secara bertahap ke rekening BRI atas nama PT Indo Universia. Pembayaran pertama sebesar Rp4 juta dilakukan pada 25 Juni 2025, disusul Rp11 juta pada 26 Juni dan Rp35 juta pada 27 Juni. Pada 3 Juli 2025, AS kembali mengirimkan dokumen pemberitahuan pendaftaran yang menggunakan kop surat universitas kedokteran di Hainan. Korban kemudian membayar sisa biaya administrasi sebesar Rp100 juta pada 28 Juli 2025. Outdoors penipuan beasiswa kedokteran China