Kala Warga Banyumas Ramai-ramai Mengadu Tertipu Sultan Nusantara Annisa Pratiwi, May 8, 2026 Warga Banyumas Melapor ke Polisi Setelah Mengaku Tertipu Sosok Sultan Nusantara Korban Mengungkap Dugaan Ajaran Menyimpang dan Modus Pengaruh Pelaku Sejumlah warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendatangi pihak kepolisian setelah mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan sosok bernama Wiemppie, yang dikenal dengan sebutan Sultan Nusantara. Laporan tersebut mulai bergulir setelah para korban merasa mengalami kerugian materi sekaligus tekanan psikologis akibat ajaran yang mereka nilai tidak lazim. Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, menjelaskan bahwa pelaku diduga membangun pengaruh terhadap para pengikut melalui berbagai aturan yang dianggap menyimpang. Menurut keterangan para korban, pelaku melarang pengikutnya menerima vaksin, menjalani pengobatan medis di rumah sakit, hingga mendonorkan darah. Selain itu, pelaku juga disebut melarang konsumsi sejumlah jenis makanan tertentu seperti belut, ikan patin, gabus, hingga produk olahan tertentu. Tidak hanya menyasar pola makan, kelompok tersebut juga mewajibkan anak-anak mencukur rambut secara rutin setiap pekan. Djoko mengungkap sebagian korban mulai mengikuti kegiatan yang dipimpin pelaku sejak September hingga November 2025. Pada awal perkenalan, pelaku disebut tampil santun dan mampu membangun kepercayaan para korban. Pelaku Diduga Menjanjikan Umrah dan Haji untuk Mendapatkan Kepercayaan Korban Seiring berjalannya waktu, para korban mengaku mulai menerima berbagai janji yang membuat mereka semakin percaya kepada pelaku. Salah satu janji yang kerap disampaikan adalah keberangkatan umrah hingga ibadah haji dalam waktu singkat. Djoko menyebut pelaku juga mengklaim dirinya sebagai Sultan Nusantara yang memiliki pengaruh besar di Indonesia. Untuk memperkuat pengakuannya, pelaku kerap menunjukkan foto bersama sejumlah tokoh yang disebut memiliki jabatan penting. Kegiatan yang diduga menjadi pusat pengaruh itu disebut berlangsung di wilayah Kecamatan Purwokerto Timur, sementara beberapa korban menyebut pusat aktivitas lainnya berada di kawasan Pabuaran, Purwokerto Utara. Korban Mengaku Kehilangan Ratusan Juta Rupiah Setelah Menyerahkan ATM Salah satu korban, Rengga Adi, mengaku keluarganya mengalami kerugian hingga Rp575 juta. Ia menjelaskan pelaku awalnya mendekati keluarganya melalui pengobatan alternatif saat adiknya sedang menjalani pengobatan kanker. Dalam proses tersebut, pelaku diduga meyakinkan keluarga korban untuk menghentikan pengobatan medis dan beralih ke terapi alternatif. Setelah itu, pelaku meminta akses terhadap kartu ATM dengan alasan membersihkan harta melalui sedekah. Rengga mengaku keluarganya sempat mempercayai alasan tersebut hingga akhirnya saldo rekening terus berkurang. Saat dicek kembali, dana yang tersisa hanya sekitar Rp900 ribu. Korban lainnya, Aditio, juga mengaku mengalami kerugian sekitar Rp51 juta. Uang tersebut diserahkan secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari sedekah, royalti, hingga pembersihan harta. Pelaku Menanggapi Laporan dan Polisi Mulai Memeriksa Saksi Menanggapi laporan tersebut, Wiemppie membantah telah melakukan penipuan maupun menyebarkan ajaran menyimpang. Ia menegaskan hanya memberikan saran kepada orang-orang yang datang meminta solusi. Wiemppie juga menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait kasus tersebut pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi kini mulai memeriksa para saksi untuk mendalami dugaan penipuan dan unsur pidana lain dalam perkara ini. Outdoors Sultan Nusantara Banyumas