Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Polisi Usai Menipu 15 Orang Lewat Proyek Fiktif Annisa Pratiwi, August 8, 2026 Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Labuhanbatu, Mudasir (50), ditangkap polisi karena diduga menipu sekitar 15 orang melalui modus proyek pengadaan barang fiktif. Polisi memperkirakan total kerugian para korban mencapai Rp1 miliar. Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom mengatakan polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Penyidik menangani kasus tersebut setelah sejumlah korban melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Mudasir. Mudasir Menawarkan Proyek Pengadaan Laptop kepada Korban Salah satu korban bernama Yudhi (33) melaporkan Mudasir ke Polsek Medan Kota. Kasus itu bermula ketika Mudasir menawarkan kerja sama pengadaan laptop untuk Dinas Peternakan Kabupaten Labuhanbatu. Mudasir menjanjikan keuntungan sekitar Rp65 juta kepada Yudhi jika mengikuti pengadaan tersebut. Tawaran itu membuat korban tertarik hingga keduanya mendatangi sebuah toko elektronik di Jalan Brigjen Katamso pada Sabtu (11/7/2026). Di lokasi tersebut, Yudhi dan Mudasir membeli 20 unit laptop. Namun, Mudasir kemudian membawa laptop tersebut untuk kepentingan lain. Polisi menduga Mudasir menjual perangkat itu kepada rekannya dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan Dinas Peternakan. Polisi Mengungkap Modus Pengadaan Barang Fiktif AKP Harles Gultom menjelaskan Mudasir menggunakan statusnya sebagai pejabat di Dinas Peternakan Labuhanbatu untuk meyakinkan korban. Ia menawarkan proyek yang seolah-olah memiliki hubungan dengan instansi tempatnya bekerja. Polisi menduga Mudasir menggunakan pola serupa terhadap sejumlah korban lainnya. Hingga kini, penyidik mencatat sekitar 15 orang mengalami kerugian dengan nilai keseluruhan mencapai Rp1 miliar. Petugas masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui seluruh rangkaian aksi dan kemungkinan korban tambahan. Polisi juga terus mendalami penggunaan hasil penjualan barang yang Mudasir peroleh melalui proyek yang diduga fiktif tersebut. Dengan penangkapan Mudasir, penyidik kini memproses kasus dugaan penipuan itu sesuai hukum yang berlaku. Polisi masih mengumpulkan keterangan korban dan bukti transaksi untuk memperjelas seluruh perkara. Outdoors Sekdis Labuhanbatu proyek fiktif