Jangan Skip Pengecekan Nomor Rangka Saat Beli Mobil Bekas Annisa Pratiwi, January 18, 2026January 22, 2026 Pemeriksa Mobil Bekas Mengingatkan Pembeli Selalu Mengecek Nomor Rangka dan Mesin Ahli Inspeksi Menilai Nomor Rangka Menjadi Identitas Hukum Utama Kendaraan JAKARTA – Pemeriksa mobil bekas mengingatkan calon pembeli agar selalu mengecek nomor rangka dan nomor mesin sebelum memutuskan transaksi. Langkah ini menjadi krusial karena kesalahan pada tahap pengecekan dapat menimbulkan risiko hukum serius, termasuk dugaan sebagai penadah kendaraan bermasalah. Pemilik jasa inspeksi kendaraan Bantu Cek, Gazoel Amin, menegaskan bahwa nomor rangka berfungsi sebagai identitas utama kendaraan. Ia menyebut banyak mobil bekas terlihat normal secara fisik, namun menyimpan persoalan legalitas yang baru terungkap setelah dilakukan pemeriksaan mendalam. Karena itu, ia meminta pembeli tidak hanya terpaku pada kondisi mesin atau tampilan bodi. Pemeriksa Menemukan Banyak Modus Manipulasi Nomor Rangka Mobil Bekas Gazoel Amin menjelaskan bahwa manipulasi nomor rangka sering dilakukan dengan cara yang tampak rapi pada pandangan pertama. Namun, ia menilai kejanggalan tetap dapat terlihat jika pembeli mencermati detail secara teliti. Permukaan pelat nomor rangka yang tidak rata, bergelombang, atau menunjukkan bekas dempul dan las kerap menjadi tanda awal masalah. Selain itu, Amin menambahkan bahwa setiap pabrikan memiliki ciri khas tertentu pada area nomor rangka, seperti kontur, lekukan, atau molding bawaan. Ciri tersebut sulit ditiru secara sempurna sehingga perbedaan kecil dapat menjadi petunjuk penting adanya manipulasi. Pemeriksa Mengimbau Pembeli Memerhatikan Bentuk Huruf dan Angka Amin juga menekankan pentingnya memeriksa bentuk font angka dan huruf pada nomor rangka. Ia menyebut ketidakteraturan jarak antar karakter, posisi yang tidak sejajar, atau bentuk huruf yang tidak presisi sering menunjukkan nomor hasil cetak ulang atau tempelan. Menurutnya, detail kecil ini sering diabaikan pembeli awam. Ia melanjutkan bahwa pengecekan tidak boleh berhenti pada nomor rangka saja. Nomor mesin juga wajib dicocokkan dengan data kendaraan dan karakter bawaan pabrikan. Perbedaan teknik pencetakan, seperti nomor mesin yang seharusnya coakan namun terlihat datar, harus langsung memicu kewaspadaan. Pemeriksa Mengingatkan Risiko Hukum Mobil Bernomor Palsu Amin mengingatkan bahwa mobil bekas dengan nomor rangka atau nomor mesin palsu sangat berisiko bagi pemilik baru. Meski dokumen terlihat lengkap, kendaraan tetap dapat bermasalah saat pemeriksaan kepolisian atau proses balik nama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan hukum. Karena itu, ia menyarankan calon pembeli mobil bekas untuk meminta bantuan inspektor profesional atau membawa pendamping yang memahami teknis kendaraan. Ia menegaskan bahwa kehati-hatian sejak awal jauh lebih baik dibanding menyesal setelah transaksi selesai. Outdoors pengecekan nomor rangka mobil bekas