Siswi SD di Sukodono Sidoarjo Viral Usai Mengaku Hendak Diculik, Polisi Ungkap Modus Sebenarnya Annisa Pratiwi, August 8, 2026 Seorang siswi kelas 3 SD Negeri Pekatungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, menjadi perhatian setelah cerita tentang dirinya yang mengaku hendak diculik dan dirampok viral di media sosial. Polisi kemudian meluruskan kronologi kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berjalan pulang dari sekolah bersama seorang temannya menuju gang dekat rumah. Siswi SD Sukodono Menceritakan Perempuan Tak Dikenal Mendekatinya Dalam cerita yang beredar di media sosial, korban menyebut seorang perempuan tak dikenal menghampirinya ketika ia berjalan pulang. Perempuan tersebut kemudian mengajak korban dengan alasan hendak mengukur baju. Korban juga mengaku perempuan itu meminta dirinya melepas anting yang sedang dikenakan. Karena merasa takut, korban menolak permintaan tersebut dan memilih berlari bersama temannya untuk menyelamatkan diri. Keduanya kemudian kembali ke sekolah dan menceritakan kejadian tersebut kepada guru. Cerita itu selanjutnya menyebar di media sosial hingga memunculkan dugaan adanya percobaan penculikan dan perampokan terhadap korban. Polisi Sukodono Mengungkap Dugaan Penipuan untuk Mengambil Anting Korban Kanit Reskrim Polsek Sukodono Iptu Hasan Yusuf Efendi memberikan penjelasan setelah polisi mengecek langsung informasi tersebut. Menurutnya, petugas tidak menemukan indikasi percobaan penculikan seperti yang ramai dibicarakan. Hasan menyebut kejadian itu lebih mengarah pada dugaan upaya penipuan dengan sasaran perhiasan korban. “Peristiwa yang terjadi sebenarnya bukan percobaan penculikan, melainkan diduga percobaan penipuan dengan sasaran mengambil perhiasan berupa anting yang dipakai korban,” kata Hasan kepada detikJatim, Minggu, 26 Juli 2026. Polisi menduga seorang perempuan sekitar 45 tahun melakukan aksi tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Pelaku diduga menggunakan pendekatan persuasif dengan mengajak korban dan kemudian membujuknya untuk melepas anting. Korban Berlari Bersama Temannya Sebelum Pelaku Mendapatkan Anting Hasan menjelaskan bahwa perempuan tersebut tidak menggunakan kekerasan ketika berbicara dengan korban. Namun, korban menolak permintaan untuk melepas anting dan kemudian berlari bersama temannya. “Pelaku menggunakan cara membujuk, bukan dengan kekerasan. Namun korban menolak, kemudian bersama temannya memilih lari sehingga perhiasan tersebut tidak sempat diambil,” ujar Hasan. Karena korban tidak kehilangan barang atau mengalami kerugian materi, keluarga tidak membuat laporan polisi. Meski begitu, anggota Polsek Sukodono tetap mendatangi keluarga korban untuk memastikan kronologi kejadian. Polisi Meluruskan Informasi Viral tentang Dugaan Penculikan di Sidoarjo Polisi juga menemukan sejumlah informasi dalam cerita yang viral tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan di lapangan. Hasan menegaskan tidak ada kejadian kendaraan menyerempet korban, ancaman kekerasan, maupun upaya membawa korban secara paksa. Menurutnya, kepanikan korban ketika menceritakan kejadian kemungkinan membuat informasi berkembang berbeda dari fakta sebenarnya. Meski demikian, polisi tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar anak-anak. Polisi juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak ketika berangkat dan pulang sekolah serta segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada petugas. Polisi turut mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak mengenakan perhiasan secara berlebihan ketika beraktivitas di luar rumah karena kondisi tersebut berpotensi menarik perhatian pelaku kejahatan. Outdoors siswi SD Sukodono Sidoarjo