Tantri Kotak Ungkap Dugaan Penipuan oleh Teman Sendiri, Total Kerugian Korban Disebut Hampir Rp10 Miliar Annisa Pratiwi, June 24, 2026 beritapenipuan.com – Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, mengungkap pengalaman pahit yang tengah dihadapinya. Melalui unggahan di Instagram Story, ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang yang selama ini dikenalnya sebagai teman. Pengakuan tersebut langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, kasus yang disampaikan Tantri tidak hanya melibatkan dirinya. Ia menyebut ada banyak korban lain yang mengalami nasib serupa. Dalam unggahannya, Tantri menjelaskan bahwa terduga pelaku telah menghilang selama lebih dari tiga hari tanpa memberikan kabar maupun menunjukkan niat untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. “Makasih banyak buat semua teman-teman yang menanyakan kabar, mendoakan, dan care buat repost story-ku. Benar! Aku lagi kena penipuan teman sendiri karena sudah 3×24 jam dia menghilang dan nggak ada itikad baik buat ketemu,” tulis Tantri. Pernyataan tersebut menjadi awal dari serangkaian unggahan yang kemudian viral di media sosial. Banyak warganet memberikan dukungan sekaligus mempertanyakan kronologi kasus yang dialami penyanyi tersebut. Korban Disebut Tidak Hanya Satu Orang Tantri mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya pihak yang mengalami kerugian. Ia menyebut jumlah korban cukup banyak dengan nilai kerugian yang jika dijumlahkan mencapai angka fantastis. Menurutnya, total kerugian para korban diperkirakan hampir menyentuh Rp10 miliar. Angka tersebut berasal dari berbagai laporan yang diterimanya selama beberapa hari terakhir. “Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan banyak orang yang ditotal-total hampir 10 M,” ungkap Tantri. Ia juga mengaku kebingungan mencari keberadaan terduga pelaku. Bahkan, keluarga dari pihak yang bersangkutan disebut tidak memberikan informasi yang dapat membantu para korban menemukan titik terang penyelesaian masalah. Situasi tersebut membuat para korban semakin resah. Sebagian dari mereka disebut menaruh dana dalam jumlah besar dengan harapan memperoleh keuntungan atau pengelolaan tertentu. Namun hingga kini, dana tersebut belum kembali. Tantri juga mengungkapkan bahwa sejumlah korban menggunakan uang yang berasal dari tabungan penting. Ada yang menyimpan dana untuk kebutuhan keluarga dan ada pula yang menyiapkan biaya pengobatan. Bukti Sudah Dikumpulkan, Jalur Hukum Masih Dipertimbangkan Meski merasa dirugikan, Tantri mengaku belum langsung menempuh jalur hukum. Ia masih membuka kesempatan bagi terduga pelaku untuk bertemu dan menyelesaikan masalah secara baik-baik. Menurutnya, komunikasi dan itikad baik masih menjadi pilihan utama sebelum perkara dibawa ke ranah pidana. Namun, ia menegaskan bahwa bukti-bukti dari para korban sudah terkumpul. “Aku bingung mau cari kamu lewat jalur apa. Bisa aja aku LP ke polisi, tapi aku masih usaha menunggu iktikad baik kamu buat ketemu, ngobrol, dan menyelesaikan semua,” tulisnya. Tantri juga menegaskan bahwa para korban telah memiliki berbagai dokumen dan bukti yang mendukung dugaan penipuan tersebut. Karena itu, proses hukum dapat ditempuh kapan saja apabila tidak ada penyelesaian yang memuaskan. “Jelas korban dan buktinya sudah kekumpul semua, tapi aku masih pengin ketemu sebelum masuk jalur hukum,” ungkapnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia masih berusaha mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat. Merasa Dikhianati oleh Orang Terdekat Selain kerugian materi, Tantri mengaku mengalami tekanan emosional akibat kasus tersebut. Ia merasa kecewa karena persoalan ini melibatkan seseorang yang selama ini dianggap sebagai teman. Rasa kehilangan kepercayaan menjadi hal yang paling berat baginya. Apalagi, masalah tersebut muncul dari hubungan yang sebelumnya dibangun atas dasar pertemanan dan kepercayaan. Dalam salah satu unggahannya, Tantri bahkan mengaku sempat memikirkan kondisi keluarga terduga pelaku. Namun di sisi lain, ia juga mengingat para korban yang kehilangan dana hasil kerja keras mereka. “Aku kepikiran tiga anak kamu, tapi kalau dipikir-pikir kamu juga nggak mikirin nasib korban,” tulisnya. Di akhir curhatnya, Tantri menyampaikan perasaan yang paling membekas dari peristiwa tersebut. Bukan hanya soal uang yang hilang, melainkan rasa kecewa karena kepercayaan yang diberikan justru berujung dugaan pengkhianatan. “Patah hati banget, kirain beneran mau jadi teman ternyata cuma manfaatin doang,” tulis Tantri. Hingga saat ini, terduga pelaku belum memberikan klarifikasi secara terbuka. Sementara itu, Tantri dan para korban lainnya masih menunggu itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang telah menjadi perhatian publik tersebut. Outdoors penipuanSelebriti IndonesiaTantri KotakTantri Syalindri