WN Uzbekistan Jadi Korban Calo Tiket Bus ke Lombok, Diminta Bayar Rp1,2 Juta hingga Terlantar di Jakarta Annisa Pratiwi, June 24, 2026 beritapenipuan.com – Seorang warga negara Uzbekistan bernama Sirqjiddin Nuriddinov mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berlibur di Indonesia. Pria berusia 39 tahun itu menjadi korban dugaan penipuan oleh calo tiket bus setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 19 Juni 2026. Saat itu, Sirqjiddin berencana melanjutkan perjalanan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, niatnya untuk menikmati liburan justru berubah menjadi masalah setelah ia bertemu dengan pengemudi taksi gelap di area bandara. Menurut keterangan polisi, pengemudi tersebut menawarkan bantuan transportasi kepada korban. Setelah itu, ia mengarahkan Sirqjiddin menuju sebuah terminal bayangan di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres, Jakarta Barat. Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa korban tidak memahami kondisi transportasi lokal. Situasi tersebut membuatnya mudah percaya kepada orang yang menawarkan bantuan perjalanan. “Saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Lombok, ia diarahkan oleh seorang pengemudi taksi gelap menuju terminal bayangan di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres,” ujar Rachmad Wibowo. Tiket Bus Dijual Jauh di Atas Harga Wajar Setelah tiba di terminal bayangan tersebut, Sirqjiddin diarahkan untuk membeli tiket bus menuju Lombok. Korban kemudian membayar tiket dengan harga mencapai Rp1,2 juta. Tidak hanya itu, korban juga diminta menyerahkan uang tambahan sebesar Rp200 ribu. Pelaku beralasan biaya tersebut digunakan untuk layanan transportasi dan penjemputan dari hotel menuju lokasi keberangkatan bus. Korban akhirnya menyetujui permintaan tersebut karena mengira seluruh proses perjalanan sudah diatur oleh pihak yang membantunya. Setelah pembayaran selesai, ia diarahkan menuju hotel untuk menunggu penjemputan. Namun, janji tersebut tidak pernah terpenuhi. Pengemudi taksi gelap yang sebelumnya memberikan berbagai penjelasan justru menghilang tanpa kabar. “Namun, setelah menunggu cukup lama di hotel, pengemudi taksi gelap yang menjanjikan penjemputan tidak kunjung datang,” kata Rachmad. Korban mulai menyadari ada kejanggalan dalam perjalanan yang dialaminya. Selain kehilangan uang, ia juga merasa kebingungan karena berada di lingkungan yang tidak dikenalnya. Korban Datangi Polisi untuk Meminta Pertolongan Berada jauh dari negara asal membuat Sirqjiddin semakin khawatir. Ia tidak memahami sistem transportasi setempat dan tidak mengetahui cara melanjutkan perjalanan ke Lombok. Karena merasa menjadi korban penipuan, ia memutuskan mendatangi kantor polisi terdekat untuk meminta bantuan. Petugas Polsek Kalideres kemudian menerima laporan tersebut dan segera melakukan penelusuran. Unit Buser Reskrim Polsek Kalideres bergerak menuju lokasi pembelian tiket untuk melakukan pengecekan serta meminta klarifikasi kepada pihak terkait. “Mendapat laporan tersebut, Unit Buser Reskrim Polsek Kalideres segera bergerak melakukan pengecekan dan klarifikasi ke lokasi pembelian tiket,” ujar Rachmad. Polisi kemudian mempertemukan korban dengan pemilik loket tempat transaksi berlangsung. Melalui proses mediasi, seluruh uang yang telah dibayarkan berhasil dikembalikan kepada korban. Pendekatan yang dilakukan aparat berlangsung secara komunikatif sehingga masalah dapat diselesaikan tanpa konflik yang berkepanjangan. Uang tiket sebesar Rp1,2 juta dan biaya tambahan Rp200 ribu akhirnya kembali ke tangan korban. Polisi Antar Korban Membeli Tiket Resmi Setelah proses pengembalian uang selesai, polisi tidak berhenti sampai di situ. Petugas juga membantu Sirqjiddin mendapatkan tiket perjalanan yang resmi agar dapat melanjutkan rencananya menuju Lombok. Anggota Polsek Kalideres kemudian mengantar korban langsung ke Terminal Kalideres. Di lokasi tersebut, korban memperoleh tiket bus resmi dengan harga yang sesuai ketentuan. “Tidak hanya itu, anggota Polsek Kalideres juga mendampingi dan mengantar langsung Sirqjiddin ke Terminal Kalideres untuk mendapatkan tiket resmi menuju Lombok dengan harga yang sesuai,” ungkap Rachmad. Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara agar lebih berhati-hati saat menggunakan jasa transportasi. Penumpang disarankan memanfaatkan layanan resmi dan menghindari tawaran dari pihak yang tidak memiliki identitas jelas. Di sisi lain, langkah cepat Polsek Kalideres mendapat apresiasi karena mampu membantu wisatawan asing yang mengalami kesulitan selama berada di Indonesia. Tindakan tersebut juga menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap wisatawan agar tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke berbagai destinasi di Tanah Air. Outdoors Calo Tiket BusLombokTaksi GelapWN Uzbekistan