Polisi Gadungan di Surabaya Menipu Kekasih hingga Melakukan Kekerasan Seksual Annisa Pratiwi, August 8, 2026 Seorang pria berinisial MA (34) di Surabaya mengelabui kekasihnya dengan mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Jawa Timur. Pelaku bahkan beberapa kali mengenakan seragam polisi untuk meyakinkan korban dan keluarganya. Kedok MA akhirnya terbongkar setelah keluarga korban mengetahui status sebenarnya. Polisi kemudian mengungkap bahwa pria tersebut juga diduga melakukan kekerasan seksual terhadap kekasihnya yang berusia 19 tahun. MA Mendekati Korban dan Mengaku sebagai Polisi Polda Jatim Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menjelaskan, korban pertama kali mengenal MA di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Maret 2026. Setelah pertemuan tersebut, keduanya melanjutkan komunikasi melalui TikTok, Instagram, dan WhatsApp. Sekitar dua pekan kemudian, MA dan korban mulai menjalin hubungan asmara. Pada April 2026, MA datang ke rumah korban dengan mengenakan seragam polisi. Saat itu, MA mengaku bekerja sebagai anggota kepolisian di Polda Jatim sehingga korban dan keluarganya percaya dengan identitas tersebut. MA Meminta Uang Korban dengan Alasan Memperbaiki Motor Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan korban, MA kemudian meminta uang sebesar Rp 1,1 juta. Pelaku menyampaikan alasan bahwa dirinya membutuhkan biaya untuk memperbaiki sepeda motor. Korban kemudian meminjamkan uang tersebut melalui ibunya dan menyerahkannya kepada MA. Setelah menerima uang, pelaku tetap mempertahankan hubungan dengan korban dan terus meyakinkan keluarga bahwa dirinya merupakan anggota polisi. MA Diduga Memaksa Korban Melakukan Hubungan Seksual Dugaan kekerasan seksual terjadi pada Mei 2026 ketika MA kembali datang ke rumah korban. Keduanya berbincang di ruang tengah lantai 2 sebelum MA diduga membujuk korban untuk melakukan hubungan seksual. Korban menolak permintaan tersebut. Namun, MA diduga tetap memaksa hingga korban berusaha meronta. Pelaku juga diduga mengancam akan mengakhiri hubungan apabila korban tidak mengikuti keinginannya. Untuk meyakinkan korban, MA bahkan menjanjikan pernikahan dan sebuah mobil. MA kemudian diduga kembali melakukan kekerasan seksual terhadap korban pada bulan yang sama di lokasi tersebut. Dalam kejadian itu, korban disebut mengalami pendarahan. MA Mengenakan Seragam Polisi saat Menghadiri Kelulusan Korban Kedok MA semakin meyakinkan korban dan keluarganya setelah ia menghadiri acara kelulusan korban pada akhir Mei 2026. Saat menghadiri acara tersebut, MA kembali mengenakan seragam dinas polisi. Penampilan tersebut membuat keluarga korban semakin percaya bahwa MA benar-benar bekerja sebagai anggota kepolisian. Namun, keyakinan tersebut akhirnya berubah setelah keluarga korban mulai mempertanyakan identitas MA. Keluarga Korban Membongkar Identitas MA sebagai Polisi Gadungan Identitas MA sebagai polisi gadungan terbongkar pada Rabu, 24 Juni 2026. Saat itu, MA berencana mendatangi rumah korban. Sebelum sampai di lokasi, kakak korban bersama anggota Polsek Benowo mendatangi MA. Mereka kemudian membawa MA ke kantor polisi untuk memeriksa status pekerjaannya. Pemeriksaan tersebut akhirnya mengungkap bahwa MA bukan anggota kepolisian seperti yang selama ini ia klaim kepada korban dan keluarganya. Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto membenarkan bahwa pemeriksaan itu membongkar kedok MA sebagai polisi gadungan. Outdoors polisi gadungan di Surabaya