Jerome Polin Ungkap Penipuan di Menantea, Rugi Rp 38 M dan Tutup Gerai Annisa Pratiwi, April 15, 2026 Jerome Polin Ungkap Penipuan di Menantea hingga Rugi Rp 38 M dan Tutup Seluruh Gerai Jerome Polin dan Jehian Resmi Hentikan Operasional Menantea per 25 April 2026 Kreator konten edukasi Jerome Polin mengumumkan penghentian operasional seluruh gerai Menantea mulai 25 April 2026. Keputusan ini ia ambil bersama sang kakak, Jehian Panangian Sijabat, setelah bisnis minuman tersebut mengalami kerugian hingga Rp 38 miliar. Menantea yang berdiri sejak 10 April 2021 sempat berkembang pesat di industri food and beverage (F&B), khususnya minuman teh. Namun setelah berjalan selama lima tahun, keduanya memutuskan menghentikan usaha tersebut sebagai langkah akhir menghadapi masalah internal yang kompleks. Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial, Jehian menyampaikan rasa terima kasih atas perjalanan bisnis tersebut. Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi mereka dalam menjalankan usaha ke depan. Jerome Polin Temukan Indikasi Penipuan dalam Operasional Bisnis Jerome mengungkapkan bahwa berbagai persoalan muncul dalam operasional Menantea, mulai dari masalah di tingkat lapangan hingga hubungan dengan pemasok. Selain itu, ia juga menemukan adanya tagihan yang tidak terselesaikan dalam waktu lama. Lebih lanjut, Jerome menyebut adanya indikasi penipuan atau fraud di dalam sistem bisnisnya. Temuan ini mendorong dirinya dan Jehian untuk melakukan audit investigasi dengan melibatkan Kantor Akuntan Publik guna memastikan kondisi keuangan perusahaan. Mereka mengaku telah mengeluarkan biaya pribadi untuk memperbaiki kondisi tersebut. Namun setelah melalui proses evaluasi menyeluruh, keduanya memutuskan menghentikan operasional demi menghindari dampak yang lebih besar terhadap mitra, tim, pemasok, dan pelanggan. Jerome Polin Akui Kesalahan dalam Pengelolaan Kepercayaan Dalam pengakuannya, Jerome menyadari bahwa salah satu kesalahan terbesar dalam menjalankan bisnis adalah terlalu mudah memberikan kepercayaan kepada orang lain. Ia mengakui telah menyerahkan pengelolaan keuangan kepada satu pihak di tengah kesibukannya yang padat. Keputusan tersebut justru menjadi titik lemah yang berdampak besar terhadap kondisi bisnis. Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam memilih dan mengawasi pihak yang terlibat dalam operasional usaha. Jerome juga mengingatkan bahwa pengalaman atau latar belakang seseorang tidak selalu menjamin integritas dalam menjalankan tanggung jawab. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan sistem kontrol yang kuat dalam bisnis. Outdoors Jerome Polin Menantea rugi Rp 38 M