Belasan Sekolah-Pemdes di Bima Diduga Ditipu ASN Dishub Modus Bus Hibah Annisa Pratiwi, April 15, 2026 ASN Dishub Diduga Menipu Belasan Sekolah dan Pemdes di Bima dengan Modus Bus Hibah Korban melaporkan dugaan penipuan setelah bus hibah tidak pernah terealisasi Bima — Belasan sekolah dan pemerintah desa di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diduga menjadi korban penipuan yang melibatkan oknum aparatur sipil negara dari Dinas Perhubungan setempat. Para pelaku menjanjikan bantuan bus operasional melalui program hibah dari Kementerian Perhubungan. Kasus ini mulai mencuat setelah sejumlah korban melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Ketua Yayasan Taman Madya Baiturrahman Bima, Muhammad Daud Akbar, menyatakan bahwa pihaknya telah menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada 10 Juli 2025, ketika beberapa orang yang mengaku sebagai ASN Dishub Kabupaten Bima mendatanginya. Dalam pertemuan tersebut, mereka menawarkan program hibah bus sekolah yang diklaim berasal dari Kemenhub. Pelaku meminta uang dengan alasan biaya pengambilan bus dari Jakarta Daud mengaku tertarik dengan tawaran tersebut karena para pelaku mengaku sebagai alumni sekolah kedinasan perhubungan. Selain itu, mereka juga menyebut mendapat mandat dari pihak di Kementerian Perhubungan untuk mencari calon penerima bantuan. Namun, pelaku menetapkan syarat berupa pembayaran sejumlah uang sebagai biaya operasional. Dana itu disebut akan digunakan untuk menjemput bus dari Jakarta menuju Mataram. Daud kemudian menyerahkan uang sebesar Rp75 juta sesuai permintaan. Ia menyebut pelaku menjelaskan bahwa dana tersebut diperlukan untuk akomodasi pengiriman kendaraan dari kantor Kemenhub. Korban kehilangan puluhan juta hingga miliaran rupiah akibat janji palsu Setelah pembayaran dilakukan, bus yang dijanjikan tidak pernah diterima hingga saat ini. Selain itu, pihak yang menerima uang juga tidak dapat lagi dihubungi, sehingga menimbulkan dugaan kuat adanya penipuan. Tidak hanya Yayasan Taman Madya Baiturrahman, sejumlah sekolah lain di Kota dan Kabupaten Bima juga mengalami kejadian serupa. Bahkan, beberapa korban dari wilayah Lombok disebut turut terdampak dalam kasus ini. Daud memperkirakan total kerugian yang dialami para korban mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Di Bima sendiri terdapat tujuh sekolah dan tiga pemerintah desa yang terdampak. Korban mendesak polisi mengusut tuntas dugaan penipuan tersebut Para korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Bima, Polres Bima Kota, hingga Polda NTB. Mereka berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat. Selain itu, korban juga mendesak agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh karena mereka menduga praktik ini sudah berlangsung cukup lama. Dengan adanya laporan ini, para korban berharap tidak ada lagi pihak lain yang mengalami kerugian akibat modus serupa di masa mendatang. Outdoors penipuan bus hibah ASN Dishub Bima