Penjual Roti Keliling di Bogor Menerima Uang Palsu, Polisi Turun Menyelidiki Annisa Pratiwi, August 28, 2026 Bogor – Seorang penjual roti keliling berinisial S (60) mengalami kerugian setelah menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu dari pembeli di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Polisi kini menyelidiki dugaan peredaran uang palsu tersebut. Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan uang yang diterima S tidak dapat digunakan untuk menyetor hasil penjualan. Kondisi itu membuat korban mengalami kerugian dari transaksi yang dilakukannya. “Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian karena uang hasil penjualan yang diterimanya tidak dapat digunakan untuk membayar setoran dagangan,” kata Edison, Senin (17/8/2026). Polisi Mengecek Lokasi Penjual Roti dan Rekaman CCTV Polsek Cileungsi menerima informasi mengenai dugaan peredaran uang palsu tersebut. Setelah mendapat laporan, Edison mendatangi lokasi korban biasa berjualan pada Minggu (16/8) malam. Petugas kemudian mengecek kondisi di lokasi untuk mengetahui kronologi kejadian. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian guna mengumpulkan informasi yang dapat membantu penyelidikan. “Untuk memastikan secara langsung kejadian yang sebenarnya. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengumpulkan informasi dan bahan penyelidikan,” ujar Edison. Selain memeriksa lokasi, polisi turut mengumpulkan keterangan dan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Uang yang diduga palsu kemudian polisi amankan sebagai sampel untuk kepentingan penyelidikan. Polisi Menelusuri Dugaan Peredaran Uang Palsu di Cileungsi Edison memastikan pihaknya tidak hanya menangani kerugian yang dialami S. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya peredaran uang palsu lain di wilayah hukum Polsek Cileungsi. “Polsek Cileungsi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan peredaran uang palsu di wilayah hukum Polsek Cileungsi,” jelasnya. Di sisi lain, polisi memberikan bantuan kepada korban agar S dapat kembali menjalankan aktivitas berjualan. Petugas juga membeli dan membagikan roti dagangan S kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan polisi setelah korban mengalami kerugian akibat menerima uang yang diduga palsu. Polisi Mengingatkan Pedagang Memeriksa Uang Tunai Polisi mengingatkan para pedagang, terutama pedagang keliling, agar lebih teliti ketika menerima pembayaran secara tunai. Pemeriksaan uang perlu dilakukan sebelum transaksi selesai untuk menghindari kerugian serupa. “Khususnya pedagang keliling, agar lebih teliti saat menerima pembayaran tunai. Setiap uang yang diterima perlu diperiksa kembali untuk memastikan keasliannya sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkas Edison. Penyelidikan kasus tersebut masih berlangsung. Polisi juga terus mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap dugaan peredaran uang palsu di wilayah Cileungsi. Outdoors penjual roti keliling Bogor tertipu uang palsu